ASQINEWS.com, Pangkalan Bun — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mendorong koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin berdaya melalui penguatan akses pasar, pembinaan, serta dukungan layanan publik.
Upaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang berlangsung di Pangkalan Bun Park, Sabtu-Minggu (8-9/8/2026).
Mengusung semangat "Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya, Kobar Makin Jaya", kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan agenda hiburan, tetapi juga mempertemukan pemerintah, pelaku koperasi dan UMKM, masyarakat, serta sejumlah lembaga pelayanan publik.
Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah mengatakan peringatan Harkopnas harus menjadi momentum untuk memperkuat koperasi agar semakin mandiri, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Koperasi harus terus berdaya, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Melalui momentum Hari Koperasi Nasional ini, kita ingin koperasi dan UMKM di Kotawaringin Barat semakin maju, mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Nurhidayah.
Menurut dia, koperasi dan UMKM memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong ekosistem usaha melalui promosi, fasilitasi, pembinaan, dan perluasan akses pasar.
Pasar Inflasi Jadi Bagian Pelayanan Masyarakat
Salah satu agenda yang menjadi bagian dari rangkaian Harkopnas adalah Pasar Inflasi. Kegiatan tersebut menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, daun bawang, cabai rawit merah, hingga LPG ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.
Kehadiran pasar tersebut tidak hanya mendukung agenda Harkopnas, tetapi juga memiliki fungsi pelayanan kepada masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang diharapkan lebih terjangkau.
Stabilisasi harga menjadi penting karena perubahan harga kebutuhan pokok dapat langsung memengaruhi daya beli rumah tangga sekaligus biaya operasional pelaku UMKM.
Di sisi lain, Gebyar UMKM memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Program kupon belanja dan hadiah yang disiapkan dalam kegiatan tersebut sekaligus mendorong masyarakat membeli produk lokal dan menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM Kobar.
Layanan Publik Hadir di Tengah Penguatan Ekonomi
Rangkaian Harkopnas juga diisi kegiatan sosial berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kehadiran layanan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan ekonomi daerah dapat berjalan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat.
BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun juga membuka stan pelayanan dalam kegiatan tersebut. Selain menghadirkan aktivitas edukasi dan hiburan, stan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi terkait layanan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Keterlibatan berbagai lembaga pelayanan publik dalam kegiatan masyarakat menjadi penting karena memperpendek jarak antara institusi pemerintah atau lembaga layanan dengan warga.
Pelayanan tidak hanya hadir melalui kantor atau kanal digital, tetapi juga dapat didekatkan melalui ruang-ruang publik yang mudah dijangkau masyarakat.
Dorong Koperasi dan UMKM Naik Kelas
Selain aspek ekonomi dan pelayanan publik, Harkopnas ke-79 juga diisi Lomba Tangkas Terampil Koperasi tingkat SMA/sederajat dengan total hadiah Rp8 juta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan koperasi kepada generasi muda sekaligus membangun pemahaman mengenai peran koperasi dalam perekonomian.
Nurhidayah menegaskan pemerintah daerah akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar koperasi dan UMKM dapat menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kotawaringin Barat.
"Mari kita jadikan koperasi sebagai kekuatan bersama dan UMKM sebagai bagian dari penggerak ekonomi daerah. Dengan kebersamaan, kolaborasi dan semangat gotong royong, kita wujudkan Kobar makin jaya," pungkasnya.
Ke depan, tantangan pemerintah daerah bukan hanya menyelenggarakan kegiatan promosi, tetapi memastikan dukungan terhadap koperasi dan UMKM berlanjut setelah kegiatan berakhir.
Akses pembiayaan, pendampingan usaha, legalitas, digitalisasi, pemasaran, perlindungan tenaga kerja, serta kepastian akses pasar menjadi sejumlah aspek yang menentukan apakah koperasi dan UMKM benar-benar mampu naik kelas. (Redaksi ASQINEWS)
Dok. Diskominfo Kobar
اترك تعليقاً
لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول المطلوبة مشار إليها بـ *