JAKARTA, ASQINEWS — Orang tua kini tidak perlu lagi repot mengurus akta kelahiran bayi secara manual ke sejumlah instansi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengintegrasikan platform SatuSehat dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk mempercepat penerbitan dokumen kependudukan bagi bayi yang baru lahir.
Melalui integrasi tersebut, data kelahiran yang tercatat di fasilitas kesehatan dapat langsung terhubung dengan sistem administrasi kependudukan. Akta kelahiran, kartu keluarga, hingga kartu identitas anak dan ibu dapat diproses secara digital setelah kelahiran.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memangkas proses administrasi dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, sederhana, serta terintegrasi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, integrasi data antara SatuSehat dan SIAK akan memberikan kemudahan bagi jutaan keluarga di Indonesia.
Menurut Budi, terdapat sekitar 4,8 juta kelahiran setiap tahun atau rata-rata 13.000 kelahiran setiap hari di Indonesia.
"Data kelahiran bisa langsung diintegrasikan dengan data Dukcapil-nya atau SIAK," kata Budi saat peluncuran Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran melalui Integrasi SatuSehat-SIAK di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Budi mengatakan, setelah data kelahiran terintegrasi, dokumen kependudukan dapat diterbitkan secara digital dan dikirimkan kepada orang tua. Dokumen tersebut selanjutnya tetap dapat dicetak apabila diperlukan.
Dengan sistem ini, kelahiran seorang anak tidak lagi hanya menjadi peristiwa yang tercatat dalam layanan kesehatan, tetapi juga dapat langsung terkoneksi dengan layanan administrasi kependudukan.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan integrasi SatuSehat dan SIAK memungkinkan setiap anak memperoleh dokumen kependudukan sejak awal kehidupannya tanpa orang tua harus mendatangi berbagai instansi untuk mengurus dokumen secara terpisah.
"Setiap anak yang lahir langsung diberikan akte kelahiran," ujar Tito.
Bagi pelayanan publik, integrasi tersebut menjadi langkah penting karena masyarakat tidak lagi dibebani proses yang berulang untuk memperoleh dokumen yang sebenarnya bersumber dari data yang sama.
Model pelayanan semacam ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi pemerintahan tidak semata-mata soal memindahkan layanan manual ke dalam sistem elektronik. Yang lebih penting adalah bagaimana berbagai layanan pemerintah dapat saling terhubung sehingga masyarakat memperoleh layanan secara otomatis, cepat, dan minim birokrasi.
Dengan integrasi SatuSehat dan SIAK, pemerintah diharapkan dapat memastikan bahwa setiap kelahiran tercatat secara administrasi sekaligus memberikan kepastian hak kependudukan bagi anak sejak lahir. (Redaksi ASQINEWS)
Dok.Sindonews
اترك تعليقاً
لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول المطلوبة مشار إليها بـ *