ASQINEWS.com BALI - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut wilayah Jawa-Bali sebagai barometer pelaksanaan program dan kinerja pemerintah daerah, termasuk dalam pengelolaan lingkungan dan sampah.
Pernyataan itu disampaikan Tito dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali di Bali Nusa Dua Convention Centre, Jumat malam (28/8/2026).
“Jawa dan Bali merupakan salah satu barometer. Kalau gerakan kebersihan dilakukan serempak, dampaknya akan luas,” kata Tito, Sabtu (30/8/2026).
Menurut Tito, daerah di Jawa-Bali relatif mudah diakses, memiliki pertumbuhan ekonomi positif, dan persaingan antardaerah cukup ketat. Sejumlah aspek seperti pendidikan, kesehatan, hingga penataan lingkungan dinilai lebih maju.
Ia mencontohkan Bali yang memiliki struktur sosial berbasis banjar. Struktur itu dinilai dapat dimanfaatkan untuk membangun gerakan kebersihan secara kolektif bersama masyarakat, tidak hanya bertumpu pada pemerintah.
Persoalan sampah juga menjadi sorotan. Sejumlah daerah di Jawa-Bali mulai masuk dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL yang merupakan program prioritas nasional.
Di Bali, groundbreaking PSEL Denpasar Raya telah dilakukan pada 8 Juli 2026 di Desa Pedungan, Denpasar Selatan. Fasilitas ini direncanakan mengolah sampah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sekitar 1.500 ton per hari untuk mengatasi kapasitas TPA Suwung yang kritis.
Pembangunan PSEL juga dimulai di Kota Bekasi pada 26 Agustus 2026 di Ciketing Udik, Bantargebang. Selanjutnya pemerintah menyiapkan PSEL Bogor Raya di kawasan Galuga, Kabupaten Bogor, dengan luas lahan 8,7 hektare. Proyek itu terintegrasi dengan pengolahan FABA dan pirolisis untuk menangani timbunan sampah lama. Bogor Raya disebut menghasilkan sekitar 4.000 ton sampah per hari.
Tito menilai pengelolaan sampah di Jawa-Bali mulai bergerak dari pendekatan konvensional menuju sistem terintegrasi. Sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber energi dan bagian ekonomi sirkular.
“Apabila pemerintah daerah bergerak bersama dengan pendekatan yang sama, dampaknya terhadap kualitas lingkungan akan jauh lebih besar,” ujar Tito.
Sumber: TEMPO
Dok. TEMPO
Editor: Redaksi ASQINEWS
اترك تعليقاً
لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول المطلوبة مشار إليها بـ *