ASQINEWS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut baik rencana Kementerian Kesehatan RI menerapkan sistem rujukan berbasis kompetensi pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal itu terungkap saat kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke RSUD dr Adhyatma, Tugurejo, Jumat (2/10/2026). Dipimpin Yahya Zaini, rombongan legislatif menyerap informasi dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, Kepala Dinkes Jateng Zulfachmi Wahab, Direktur Utama RSUD Adhyatma Iman Nugroho, Ketua Persi Jateng Edi Sumarwanto, Kepala Dinkes Kota Semarang Mochammad Abdul Hakam, dan jajaran terkait.
Ketua Tim Kunker Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mengatakan, kunjungan kali ini dilakukan untuk memantau sistem rujukan berbasis kompetensi yang akan diterapkan secara nasional oleh Kemenkes RI. Saat ini, sistem tersebut baru diujicobakan di empat daerah, yakni Kota Bandung (Jabar), Kabupaten Tulungagung (Jatim), Kota Makassar (Sulsel), dan Kabupaten Muara Enim (Sumsel).
Melalui rujukan berbasis kompetensi, pasien akan mendapat layanan secara tepat dan cepat, dengan merujuk pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke rumah sakit yang memiliki kompetensi medis, serta sarana dan prasarana sesuai penyakit yang diderita.
"Idealnya, masyarakat tidak perlu bolak-balik merujuk satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain, tetapi langsung ke rumah sakit yang sudah mempunyai kompetensi. Sehingga, seluruh penyakit yang diderita bisa disembuhkan di satu rumah sakit, tidak perlu dirujuk ke rumah sakit yang lain," ujar Yahya.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, kunjungan Komisi IX DPR RI merupakan bentuk perhatian legislatif terhadap kesiapan penerapan sistem tersebut. Dia menekankan, sistem itu memerlukan kolaborasi dan kesiapan antar rumah sakit di Jawa Tengah agar pasien memperoleh layanan prima.
"Mudah-mudahan dengan berbagai masukan ini, cita-cita mulia kita untuk melayani pasien lebih cepat, lebih murah, dan tidak perlu bergeser ke sana kemari, bisa berjalan baik. Dan tentu saja, semua instrumen juga terpenuhi," pungkas Sumarno.
Di Jawa Tengah terdapat 375 rumah sakit. Rinciannya, 277 rumah sakit dimiliki sektor swasta, 72 milik pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, sedangkan sisanya milik TNI/Polri dan Kementerian Kesehatan.
Sumber: Diskomdigi Jateng
Dok. Diskomdigi Jateng
Penulis: Redaksi ASQINEWS
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Layanan Publik Indonesia
Laisser un commentaire
Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont marqués *