ASQINEWS.com, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan peluncuran program perlindungan sosial berbasis transfer tunai pada 10 November 2026 untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan lebih adil bagi warga yang berhak menerima.
Skema baru tersebut akan mengutamakan bantuan dalam bentuk cash transfer, bukan lagi subsidi yang melekat pada produk, sehingga akses bantuan bagi masyarakat diharapkan lebih langsung dan terukur.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan program tersebut akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan seusai DEN diterima Presiden bersama sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
"Tadi ada kita laporkan mengenai Perlinsos yang akan di-roll out atau di-launching oleh Presiden (Prabowo) pada tanggal 10 November. Perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak atau yang berhak untuk mendapat bantuan sosial dari pemerintah, yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer," kata Luhut di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, DEN menyampaikan rekomendasi dan solusi atas sejumlah tantangan ekonomi, termasuk dampak perkembangan global, potensi El Nino dan La Nina, serta risiko terhadap ketersediaan pangan.
Rekomendasi DEN disampaikan dengan mengacu pada data dan kajian. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengonfirmasi data ekonomi bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
"Dengan data-data yang lengkap ini, proses pengambilan keputusan kita harapkan basisnya data dan studi," ujar Luhut di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Selain perlindungan sosial, DEN turut membahas langkah antisipasi menghadapi potensi El Nino dan La Nina yang dapat memengaruhi produksi dan ketersediaan pangan serta meningkatkan risiko banjir.
"Presiden juga tadi kita lapori mengenai El Nino yang kita usulkan untuk melihat BMKG dengan detail dan La Nina yang akan mungkin nanti datang beberapa waktu lagi ke depan sehingga itu kan berpengaruh kepada pangan, ketersediaan pangan maupun tadi kemungkinan banjir," ucap Luhut di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Sumber berita: TVRI News
Penulis : Redaksi ASQINEWS
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Pelayanan Unggul Indonesia
Laisser un commentaire
Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont marqués *