ASQINEWS.com JAKARTA - Perum Bulog menggandeng kepala desa untuk pendistribusian bantuan beras korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur agar tepat sasaran.
“Kami kebetulan di daerah dipimpin-pimpinan cabang atau daerah itu bersinergi dengan aparat desa kami bahu-membahu untuk menyalurkan bantuan ini,” ungkap Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdani dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).
Bulog menyalurkan bantuan beras tidak secara perorangan, namun kolektif melalui kepala desa. Sebab, kepala desa dinilai paling tahu kondisi warganya, sehingga penyaluran bantuan bencana dan bantuan pangan bisa lebih tepat sasaran.
Rizal menjelaskan konsep penyaluran akan tetap dikawal dengan dokumentasi dan administrasi yang jelas oleh kepala daerah. Beras yang diberikan diprioritaskan untuk dapur umum, bukan untuk pribadi, agar bisa dirasakan secara kolektif.
Ia juga sudah menyampaikan ke pemerintah daerah NTT dari tujuh kabupaten/kota terdampak, seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka, dapat mengajukan kuota tambahan apabila masih membutuhkan bantuan beras. Bulog berjanji akan mengirim sesuai kebutuhan dan menambahkan dua kali lipat untuk cadangan.
Hingga 1 September 2026, Bulog telah menyalurkan sekitar 1.321.550 kg beras ke NTT. Rinciannya, Cadangan Beras Pemerintah Bencana Alam 881.980 kg, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah 101.800 kg, dan bantuan pangan 472.900 kg. Selain itu juga disalurkan Minyakita sebanyak 7.000 liter untuk tujuh kabupaten/kota terdampak.
Berdasarkan data BNPB, gempa M7,7 di utara Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 menyebabkan 127 orang meninggal, 1.666 orang luka-luka dan 181.354 jiwa mengungsi.
Sumber Berita: Kompas.com
Editor: Redaksi ASQINEWS
Để lại bình luận
Địa chỉ email của bạn sẽ không được công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *