ASQINEWS.com LAMPUNG TIMUR - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta pendamping Program Keluarga Harapan memastikan seluruh keluarga penerima manfaat memperoleh akses terhadap berbagai program perlindungan sosial pemerintah, mulai dari PKH, Kartu Indonesia Pintar, BPJS Kesehatan, bantuan sembako hingga program pendidikan.
“Setiap pertemuan P2K2, yang pertama dicek itu apakah mereka semua sudah dapat program pemerintah atau belum. KIP, KIS, BPJS, sembako, PKH, semuanya harus dipastikan tidak ada yang terlewat,” ucap Gubernur Mirza saat berdialog dengan warga Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Senin (31/8/2026).
Kunjungan kerja tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat PKH. Gubernur hadir didampingi Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi, serta Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi.
Dalam dialog, Gubernur Mirza mendengarkan persoalan buruh tani yang menjadi mata pencaharian mayoritas warga. Ia menyoroti masih adanya warga yang mengeluhkan BPJS Kesehatan tidak aktif meski sebelumnya terdaftar. Gubernur meminta persoalan tersebut segera didata dan diverifikasi pendamping PKH agar hak masyarakat dipulihkan.
Gubernur juga meminta pendamping mencatat warga yang belum menerima KIP maupun bantuan pendidikan lainnya, termasuk anak-anak yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Ia mengajak keluarga penerima manfaat memanfaatkan program Sekolah Rakyat sebagai kesempatan meningkatkan kualitas pendidikan anak.
“Kalau anak-anak sekolahnya bagus, nanti bisa kuliah dan masa depannya menjadi lebih baik. Tujuan akhirnya adalah keluarga kita semakin sejahtera,” ujar Gubernur Mirza.
Ia menekankan pentingnya semangat graduasi dari penerima bantuan menjadi keluarga mandiri secara ekonomi. Bantuan sosial, menurutnya, bukan sekadar memenuhi kebutuhan, tetapi juga jalan meningkatkan kesejahteraan melalui usaha dan pendampingan.
Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi menjelaskan, Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga dilaksanakan setiap bulan oleh 1.542 pendamping sosial di seluruh Lampung. Program tersebut menjangkau sekitar 391.000 keluarga penerima manfaat di 15 kabupaten/kota pada 229 kecamatan. Di Lampung Timur terdapat 215 pendamping PKH pada 24 kecamatan.
Gubernur Mirza juga mengingatkan masyarakat menjaga bantuan sosial dan tidak menyalahgunakannya, termasuk menghindari judi online serta tidak meminjamkan KTP kepada pihak lain.
Sumber Berita: Pemerintah Provinsi Lampung
Editor: Redaksi ASQINEWS
Để lại bình luận
Địa chỉ email của bạn sẽ không được công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *