ASQINEWS.com SOLOK - Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan Pusgenri berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan generasi muda untuk memperkuat kepedulian serta aksi nyata menjaga hutan dan lingkungan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan "Youth Dialogue: Generasi Muda untuk Ketahanan Hutan dan Lingkungan" sebagai bagian rangkaian Forest Youthverse Resilience Summit Sumatera Barat.
Kegiatan hari pertama 11 September 2026 menjadi ruang dialog antara Kemenhut, pemerintah daerah, dan Generasi Pelestari Hutan Genries. Tujuannya mendorong keterlibatan generasi muda menerjemahkan kepedulian terhadap hutan menjadi gerakan dan tindakan nyata di tingkat tapak.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan PDASRH Kementerian Kehutanan Zaenal Arifin menegaskan ketahanan ekologi Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah.
"Kita bergantung pada hutan dan lingkungan, tetapi keberlanjutannya juga sangat bergantung pada kita. Oleh karena itu, keresahan dan kepedulian generasi muda harus ditransformasikan secara konkret menjadi pengetahuan, aksi nyata, serta kolaborasi yang berkelanjutan," tegas Zaenal Arifin.
Dalam dialog tersebut, generasi muda diajak menempuh proses pembelajaran dan aksi berbasis empat tahap: Learn, Observe, Act, dan Collaborate. Pendekatan ini mendorong kaum muda mempelajari isu kehutanan berbasis data, mengamati dinamika perubahan lingkungan, lalu mengambil langkah konkret sesuai kapasitas.
Langkah itu meliputi edukasi publik, pemantauan ekosistem, kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, serta memperkuat jejaring kolaborasi multisektor agar dampak aksi berkelanjutan.
Pada hari kedua Forest Youthverse Resilience Summit Sumbar, Sabtu 12 September 2026, 60 Genries secara resmi mempresentasikan gagasan aksi, inovasi ekologi, dan solusi kontekstual untuk menjawab tantangan lingkungan di wilayah Sumbar.
Bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Kabupaten Solok, forum dialog dan parade inovasi ini mempertemukan rancangan solusi kaum muda dengan para pemangku kepentingan kunci.
Wakil Bupati Solok Candra menyambut hangat kehadiran kaum muda dan menegaskan pentingnya konsolidasi multisektor.
"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan kompleksitas persoalan hutan dan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, generasi muda, akademisi, dan masyarakat tapak adalah kunci agar inovasi yang lahir hari ini tidak berhenti sebagai dokumen wacana, melainkan mewujud menjadi aksi terukur yang memberi dampak langsung bagi keberlanjutan ekosistem," ujar Candra.
Melalui penguatan jejaring kolaborasi ini, Kemenhut berkomitmen memantau dan mendampingi implementasi rencana tindak lanjut action plan yang disusun para Genries. Tujuannya agar kontribusi generasi muda terintegrasi nyata dalam mendukung ketahanan iklim dan pemulihan lingkungan nasional.
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani
Sumber Berita: Kementerian Kehutanan
Editor: Redaksi ASQINEWS
Để lại bình luận
Địa chỉ email của bạn sẽ không được công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *