ASQINEWS.com INDRAGIRI HILIR - Kementerian Kehutanan melalui program Mangroves for Coastal Resilience dan Kepolisian Daerah Riau melakukan penanaman mangrove di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan itu bagian dari Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 yang menyasar 17 titik di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal dan kawasan pesisir.
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (19/8/2026). Desa Kuala Selat dipilih karena menghadapi ancaman abrasi. Pada 2021, abrasi berdampak pada lebih dari 1.200 hektare perkebunan masyarakat. Kebun kelapa yang menjadi sumber penghidupan utama terdampak intrusi air laut hingga menyebabkan tanaman mati.
Kondisi tersebut memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi warga. Hilangnya perkebunan kelapa membuat sebagian masyarakat kehilangan pendapatan dan mengalami penurunan kondisi ekonomi keluarga.
Kapolda Riau Irjen. Pol. Herry Heryawan mengatakan abrasi bukan hanya persoalan lingkungan.
“Ketika pesisir tergerus, yang kita pertaruhkan bukan hanya tanah. Ada kebun masyarakat, sumber penghidupan, dan masa depan generasi berikutnya. Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya,” ujarnya.
Desa Kuala Selat merupakan lokasi intervensi rehabilitasi mangrove M4CR sejak 2024. M4CR telah melakukan rehabilitasi seluas 349 hektare lahan bekas perkebunan kelapa dengan melibatkan kelompok masyarakat Desa Kuala Selat. Upaya itu ditujukan untuk memulihkan ekosistem pesisir, meningkatkan ketahanan pangan, dan pengembangan usaha masyarakat.
Di desa tersebut, M4CR juga memberikan dukungan kepada 4 kelompok masyarakat berupa hibah kegiatan usaha, antara lain pengolahan kerupuk dan penggemukan udang. Intervensi itu diharapkan dapat memperkuat sumber pendapatan alternatif masyarakat.
Manager PPIU M4CR Riau M. Arif Fahrurozi mengapresiasi Polda Riau melalui program Green Policing dan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026.
“Pemulihan mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir. Komitmen itu melibatkan Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kapolda Riau, Bupati Indragiri Hilir, Kepala BBKSDA Riau, Ketua DPRD Indragiri Hilir, Robertus Robert, hingga Rocky Gerung.
Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove bersama di kawasan bekas perkebunan kelapa Desa Kuala Selat sebagai simbol kolaborasi lintas sektor.
Program M4CR akan berlangsung hingga 2027. Arif menyebut keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam.
“Keberhasilan rehabilitasi mangrove bukan hanya diukur dari berapa banyak bibit yang ditanam, tetapi dari bagaimana mangrove tersebut dapat tumbuh, dipelihara, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” tutupnya. (Redaksi ASQINEWS)
Sumber ANTARA
Để lại bình luận
Địa chỉ email của bạn sẽ không được công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *