ASQI NEWS

Header
collapse
...
الرئيسية / أعمال / Harga Pangan Jadi Sorotan, BI dan Kementan Perkuat Pengendalian di Pasar

Harga Pangan Jadi Sorotan, BI dan Kementan Perkuat Pengendalian di Pasar

أكتوبر 20, 2026  ASQINEWS  15 views
Harga Pangan Jadi Sorotan, BI dan Kementan Perkuat Pengendalian di Pasar

ASQINEWS.com, JAKARTA - Bank Indonesia mewaspadai inflasi pangan yang mencapai 5 persen pada September 2026 dan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menjaga stabilitas harga bagi masyarakat.

Meski inflasi pangan meningkat, inflasi inti dilaporkan masih terkendali di angka 2,8 persen, sehingga daya beli warga tetap menjadi perhatian utama pengendalian harga.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan hal tersebut seusai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 19 Oktober 2026.

"Untuk inflasi inti yang menggambarkan pergerakan dari perekonomian masih cukup terkendali di bulan September masih 2,8%. Kami juga laporkan yang perlu menjadi perhatian adalah inflasi di pangan, volatile food inflation yang memang mencapai 5%," ujar Destry dalam keterangan pers di Istana Merdeka.

Menurut Destry, inflasi pangan perlu mendapat perhatian agar tetap berada dalam sasaran inflasi BI. Karena itu, bank sentral akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengendalikan tekanan harga pangan.

"Ini tadi kami laporkan dan juga koordinasi nanti dengan Kementerian Pertanian. Bagaimana kita bisa menjaga untuk volatile food inflation agar masuk di dalam koridor Bank Indonesia 2,5±1%," ucapnya.

Selain pengendalian inflasi, BI juga menyiapkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar keuangan global. Instrumen tersebut meliputi intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), Non-Deliverable Forward (NDF), serta insentif biaya lindung nilai (hedging).

Destry menyebut insentif biaya hedging yang diterapkan sejak akhir Juni telah mendatangkan aliran dana masuk melalui efek swap dan DNDF dengan nilai diperkirakan sekitar 8 hingga 9 miliar dolar AS.

"Kami diminta juga oleh Bapak Presiden untuk terus melihat, upayakan kebijakan-kebijakan yang kami miliki. Apakah itu bentuknya intervensi di spot, DNDF dan NDF ataupun juga dalam bentuk insentif biaya hedging," kata Destry.

BI akan terus mengevaluasi instrumen kebijakan yang tersedia untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung kestabilan perekonomian.

 

Sumber berita: RRI.co.id 

Penulis : Redaksi ASQINEWS

ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Pelayanan Unggul Indonesia


Share:

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول المطلوبة مشار إليها بـ *

سيتم تحسين تجربتك على هذا الموقع من خلال السماح بملفات تعريف الارتباط.