ASQINEWS.com, JAKARTA - Nama Cut Mutiara Puloie mendadak menjadi perhatian pecinta dancesport Indonesia. Di usia yang masih sangat belia, atlet asal Aceh ini berhasil naik podium pada ajang internasional Flow Grand International Dancesport Championship 2026.
Kejuaraan yang digelar pada 20 Agustus 2026 di St. Regis Hotel Jakarta itu bukan ajang biasa. Diselenggarakan oleh Flow Studio & Zigzag Indonesia, kompetisi ini diikuti lebih dari 165 penari dari 14 negara dan menghadirkan 23 adjudicator internasional dengan Chief Adjudicator Jerry Abrate dari Italia.
Di tengah persaingan ketat tersebut, Cut Mutiara meraih gelar 2nd Runner Up atau juara ketiga pada kategori Solo Open Under 19 Single Dance - Rumba. Prestasi itu tercatat dalam sertifikat resmi berlogo Flow Grand yang ditandatangani Director Kwik Ing Lan.

Sertifikat tersebut, bersama medali perunggu, terlihat jelas dalam foto yang diunggah Cut Mutiara di akun sosial median pribadinya dengan keterangan "Ke-3 Perdana Kejuaraan Dancesport Internasional 2026 di Indonesia". Ia tampil mengenakan kostum latin oranye keemasan, berpose bersama finalis dari berbagai negara di depan backdrop yang mencantumkan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF).
"Penyelenggaraan Flow Grand International Dancesport Championship 2026 merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk Indonesia di panggung dancesport internasional," kata Kwik Ing Lan, Producer Flow Grand, dalam pernyataan resminya.
Menurutnya, ajang ini ingin menempatkan Jakarta sebagai destinasi penting perkembangan dancesport di Asia-Pasifik, sekaligus membuka kesempatan bagi dancer Indonesia bertanding dalam atmosfer berstandar internasional.
Suasana kompetisi yang berstandar dunia itu tergambar dari unggahan para peserta di Instagram. Akun Surabaya International Ballroom Dancesport Academy @s.i.b.d.a mencatat peran adjudicator Indonesia dalam event tersebut, sementara peserta lain seperti Hanna Gabriella S. mengabadikan penampilannya di ballroom St. Regis pada 27 Agustus 2026.
Kategori Rumba yang dimenangkan Cut Mutiara merupakan salah satu nomor Latin paling ekspresif, yang menuntut penguasaan teknik hip action, musicality, dan kekuatan cerita.
SI KECIL MULTITALENTA DARI BANDA ACEH
Di balik medali perunggu itu, ada jejak perjalanan panjang yang menarik. Cut Mutiara Puloie lahir di Banda Aceh pada 5 Maret 2014.
Nama itu bukan baru di dunia olahraga prestasi. Arsip digital tahun 2017 mencatatnya sebagai "The Little Golfer Aceh", bocah 4 tahun yang rajin berlatih di Driving Range Gajah Putih, Mata Ie, Banda Aceh, milik TNI-AD. Saat itu ia digambarkan sebagai anak yang tidak pemalu, pintar berkomunikasi dengan pegolf senior, dan bercita-cita menjadi pegolf dunia.
Dukungan orangtua menjadi kunci. Setiap pulang sekolah playgroup, ia selalu mengajak ayah dan ibunya untuk berlatih.
Bakat seninya juga sudah terlihat sejak dini. Pada 2024, ia tercatat sebagai peserta Yupi Got Talent 2024 dengan membawakan cover lagu Vroom Vroom sebagai Cut Mutiara Puloie (icut).
Transisi dari golf ke dancesport membawanya ke panggung yang lebih besar. Dalam Final Competitor List Indonesian Masters 2026 yang dirilis 18 Oktober 2026, namanya kembali muncul sebagai peserta Solo Female Indonesia di kelas Novice Junior.
Artinya, di usia 12 tahun pada 2026, ia sudah tercatat di dua ajang besar nasional-internasional Indonesian Masters 2026 dan Flow Grand International Dancesport Championship 2026.
Hingga kini, akun sosial media Cut Mutiara Puloie menjadi etalase perjalanannya, tempat ia membagikan momen podium, kebersamaan dengan atlet mancanegara, dan rasa bangga membawa nama Aceh dan Indonesia.
Perjalanan dari lapangan golf di Banda Aceh ke lantai dansa berkarpet di hotel bintang lima Jakarta itu membuktikan talenta muda Aceh mampu bersaing ketika diberi panggung berstandar dunia.
Dok: sosmed Cut Mutiara Puloie
Penulis: Redaksi ASQINEWS
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Pelayanan Unggul Indonesia
اترك تعليقاً
لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول المطلوبة مشار إليها بـ *