ASQI NEWS Menyuarakan Pelayanan Terbaik

Header
collapse
Home / Berita Terbaru / BRIN Gandeng IAP-CAS Kembangkan Platform Prediksi Iklim untuk Negara Kepulauan Tropis

BRIN Gandeng IAP-CAS Kembangkan Platform Prediksi Iklim untuk Negara Kepulauan Tropis

Oct 05, 2026  ASQINEWS  28 views

ASQINEWS.COM, BANDUNG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) bersama Institute of Atmospheric Physics, Chinese Academy of Sciences (IAP-CAS) memperkuat kolaborasi riset untuk mengembangkan platform pemodelan iklim tingkat lanjut, The Climate Assessment and Prediction Platform for Tropical Island Country.

Platform tersebut dirancang untuk memahami kompleksitas dinamika iklim maritim, khususnya di wilayah Indonesia. Pengembangan dilakukan dengan menggabungkan keunggulan akademik dan riset kedua lembaga untuk menghasilkan sistem asesmen dan proyeksi iklim yang memiliki landasan fisika teoretis kuat sekaligus dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan operasional berbagai sektor strategis.

Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Albertus Sulaiman, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada pengembangan model iklim sebagai kajian fundamental. Hasil pemodelan ditargetkan dapat diterjemahkan menjadi informasi yang lebih bermanfaat bagi pemangku kepentingan dalam menghadapi perubahan iklim dan berbagai risiko turunannya.

"Kolaborasi ini menggabungkan keunggulan akademik dan riset kedua lembaga untuk menghasilkan sistem asesmen dan proyeksi iklim berbasis prinsip-prinsip fisika teoretis yang kuat, sekaligus mendorong pemanfaatan hasil riset bagi kebutuhan operasional di berbagai sektor strategis," ujarnya saat diwawancara tim Humas BRIN, Kamis (1/10/2026).

Albertus menjelaskan, salah satu fokus penelitian adalah mengkaji Ocean Heat Content pada Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow/ITF). Kajian ini menggunakan pendekatan termodinamika non-kesetimbangan untuk memahami secara lebih fundamental proses transfer energi dan fluks bahari yang berperan dalam dinamika iklim kawasan Indonesia.

Kajian tersebut penting karena karakter Indonesia sebagai negara kepulauan membuat interaksi antara laut dan atmosfer menjadi salah satu komponen penting dalam dinamika iklim. Pemahaman mengenai kandungan panas laut dan mekanisme perpindahan energi di wilayah ITF dapat menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan asesmen dan proyeksi iklim untuk wilayah tropis maritim.

Kolaborasi BRIN dan IAP-CAS juga diarahkan pada pengembangan model atmosfer beresolusi tinggi.

"Model tersebut diharapkan dapat menghasilkan proyeksi iklim yang lebih detail sehingga informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk mendukung strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya pada sektor pertanian, termasuk dalam mengantisipasi perubahan pola musim dan potensi kerentanan pangan," kata Albertus.

Selain interaksi laut dan atmosfer, penelitian juga mencakup variabilitas Monsun Asia dan cuaca ekstrem. Kajian diarahkan untuk memahami dinamika sistem monsun Asia serta mekanisme fisis yang berkaitan dengan perubahan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca maupun iklim ekstrem di wilayah maritim Indonesia.

Kerja sama ini juga memperluas cakupan pemodelan pada sistem pemantauan lingkungan, khususnya melalui pengembangan pemodelan polusi udara dan asimilasi data.

"Dalam pengembangan sistem pemantauan lingkungan, kolaborasi ini juga mencakup pemodelan polusi udara dan asimilasi data. Model polusi udara tingkat lanjut akan diintegrasikan dengan teknik asimilasi data, termasuk algoritma Kalman filter, untuk meningkatkan akurasi pemantauan dan analisis kondisi lingkungan," ungkapnya.

Pengembangan platform ini juga diarahkan agar memiliki keterhubungan dengan kebutuhan pengguna. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilibatkan sebagai salah satu pengguna operasional utama dalam pemanfaatan sistem yang dikembangkan.

"Melalui platform pemodelan ini, BRIN dan IAP-CAS tidak hanya mendorong pengembangan riset fundamental mengenai dinamika fluida geofisika, tetapi juga menargetkan hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan," pungkas Albertus.

Sumber: Humas BRIN

Penulis: Redaksi ASQINEWS

ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Layanan Publik Indonesia

 


Share:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy