ASQI NEWS

Header
collapse
...
Home / İş Dünyası / Kebakaran Gedung Dinas Teknis Abdul Muis Padam, Layanan Publik DKI Dipastikan Tetap Berjalan

Kebakaran Gedung Dinas Teknis Abdul Muis Padam, Layanan Publik DKI Dipastikan Tetap Berjalan

Ağu 08, 2026  ASQINEWS  54 görüntüleme
Kebakaran Gedung Dinas Teknis Abdul Muis Padam, Layanan Publik DKI Dipastikan Tetap Berjalan

JAKARTA, ASQINEWS.com— Kebakaran melanda Gedung Dinas Teknis Abdul Muis di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026) malam. Api yang diduga pertama kali muncul dari lantai 11 kemudian merambat hingga lantai 16.

Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 21.30 WIB. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan 37 unit kendaraan pemadam dengan dukungan 185 personel untuk menangani kobaran api.

Tiga kendaraan khusus, termasuk Bronto Skylift, turut dikerahkan untuk menjangkau titik api di lantai atas gedung.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar empat jam. Kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu tantangan petugas dalam mengendalikan api.

Api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (8/8). Setelah itu, petugas melakukan pendinginan dan penyisiran di setiap lantai untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun potensi perambatan.

"Alhamdulillah kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan kembali. Saat ini teman-teman Damkar masih terus menyisir setiap lantai agar kondisi benar-benar aman," kata Bayu.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tim penyelamat Gulkarmat juga berhasil mengevakuasi seorang pekerja yang berada di lantai 15 dalam kondisi selamat. Pekerja tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan rilis Pemprov DKI yang diperoleh ASQINEWS  Layanan Publik Tetap Berjalan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kebakaran tidak mengganggu pelayanan publik, khususnya layanan perpajakan dan pengelolaan aset daerah.

Data perpajakan DKI Jakarta disebut tetap aman karena seluruh data telah terdigitalisasi dan memiliki sistem pencadangan pada server serta pusat data yang berada di lokasi terpisah.

Kondisi serupa berlaku untuk data aset daerah yang dikelola Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD). Server dan pusat data BPAD tidak berada di Gedung Abdul Muis sehingga tidak terdampak kebakaran.

Gedung tersebut juga telah diasuransikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah perangkat daerah berkantor di gedung tersebut. Mereka antara lain berasal dari Bapenda, BPAD, BPSDM, Dinas Perhubungan, Bank Jakarta, dan Dekranasda.

Untuk memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah skema kerja sementara. Di antaranya bekerja dari rumah atau WFH secara bergantian, berkantor di kantor suku dinas wilayah kota, serta memanfaatkan gedung milik Pemprov DKI Jakarta lainnya.

Penyebab Kebakaran Masih Diinvestigasi

Pemprov DKI Jakarta bersama Kepolisian masih melakukan koordinasi untuk menginvestigasi penyebab kebakaran.

Pemerintah memastikan penanganan pascakebakaran diarahkan untuk menjaga agar pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung tanpa hambatan.

Bayu juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau panjang yang disebut berkaitan dengan fenomena El Nino.

"Masyarakat kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta memeriksa kembali instalasi listrik di hunian masing-masing," ujar Bayu.

Kebakaran Gedung Dinas Teknis Abdul Muis menjadi perhatian karena gedung tersebut digunakan oleh sejumlah perangkat daerah dan menampung aktivitas sekitar 1.000 ASN. Namun, sistem digitalisasi dan pencadangan data di pusat data terpisah membuat layanan publik tetap dapat dipertahankan meski aktivitas perkantoran di gedung tersebut harus disesuaikan sementara.(Redaksi ASQINEWS).

 


Paylaş:

Bir yorum bırakın

E-posta adresiniz yayınlanmayacaktır. Gerekli alanlar * ile işaretlenmiştir

Bu sitedeki deneyiminiz çerezlere izin vererek iyileştirilecektir.