ASQI NEWS

Header
collapse
...
Home / İş Dünyası / . STIK Lemdiklat Polri Terapkan Deteksi Dini Kamtibmas Berbasis Komunitas Digital di Sumsel

. STIK Lemdiklat Polri Terapkan Deteksi Dini Kamtibmas Berbasis Komunitas Digital di Sumsel

Eyl 01, 2026  ASQINEWS  9 görüntüleme
. STIK Lemdiklat Polri Terapkan Deteksi Dini Kamtibmas Berbasis Komunitas Digital di Sumsel

ASQINEWS.com PALEMBANG - Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Lemdiklat Polri menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Penerapan Sistem Deteksi Dini Berbasis Komunitas Digital dan Edukasi untuk Memitigasi Gangguan Kamtibmas” di wilayah Palembang dan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 25-28 Agustus 2026.

Kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada situasi kedaruratan kebakaran hutan dan lahan.

Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Dr Eko Rudi Sudarto mengatakan, pengabdian ini merupakan implementasi ilmu kepolisian agar bermanfaat langsung bagi masyarakat.  

“STIK tidak hanya berperan dalam mengembangkan ilmu kepolisian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Salah satunya melalui penguatan deteksi dini dan kemampuan masyarakat dalam memitigasi potensi gangguan kamtibmas,” ujar Eko, Minggu (30/8/2026).

Sumatera Selatan dipilih karena memiliki wilayah hutan dan lahan yang rentan karhutla. Kondisi itu tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga keselamatan, kesehatan, ekonomi, hingga stabilitas kamtibmas.

Dalam kegiatan tersebut STIK mendorong penerapan sistem keamanan lingkungan berbasis komunitas digital. Sistem ini bertujuan mempercepat komunikasi, pelaporan awal, pertukaran informasi, dan koordinasi saat ditemukan potensi gangguan.  

“Teknologi digital menjadi instrumen untuk mempercepat penyampaian informasi dan memperkuat koordinasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah keterlibatan masyarakat. Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini,” jelasnya.

Edukasi juga diberikan kepada unsur kepolisian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sekolah. Tim dosen yang terlibat antara lain Prof Lindrianasari, KBP Dr Yudhi Hery Setiawan, KBP Erick Hermawan, dan Pembina Rahmadsyah Lubis.

Eko berharap model ini dapat dikembangkan menjadi kolaborasi berkelanjutan antara STIK, Polri, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat.  

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat, kita ingin membangun masyarakat yang semakin sadar risiko, responsif terhadap potensi gangguan, dan mampu bersama-sama menjaga kamtibmas,” pungkasnya.

Sumber Berita: Divisi Humas Polri

Editor: Redaksi ASQINEWS


Paylaş:

Bir yorum bırakın

E-posta adresiniz yayınlanmayacaktır. Gerekli alanlar * ile işaretlenmiştir

Bu sitedeki deneyiminiz çerezlere izin vererek iyileştirilecektir.