ASQI NEWS

Header
collapse
...
Home / İş Dünyası / Swasembada Tercapai, Indonesia Ekspor Perdana 1.000 Ton Beras ke Malaysia

Swasembada Tercapai, Indonesia Ekspor Perdana 1.000 Ton Beras ke Malaysia

Ağu 20, 2026  ASQINEWS  60 görüntüleme
Swasembada Tercapai, Indonesia Ekspor Perdana 1.000 Ton Beras ke Malaysia

ASQINEWS.com JAKARTA - Indonesia mencatat momentum baru di sektor pangan. Setelah mencapai swasembada beras, untuk pertama kalinya Indonesia kembali mengekspor beras ke Malaysia dengan pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut ekspor ini sebagai kabar baik sekaligus bukti produksi pangan nasional tidak hanya cukup untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga bisa memasok pasar internasional.

“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” ujar Amran dalam rilis pers, Rabu (19/8/2026).

Ekspor dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI. Menurut Amran, pencapaian ini menunjukkan transformasi sektor pertanian mulai menghasilkan fondasi perdagangan yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Data Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor produk pertanian segar dan olahan 2025 mencapai Rp756,69 triliun. Angka itu naik Rp166,71 triliun atau 28,26 persen dibanding tahun sebelumnya.

Jika dilihat jangka panjang, ekspor pertanian terus tumbuh. Dari Rp64,61 triliun pada 2003, sempat turun di 2023, lalu pulih menjadi Rp589,98 triliun di 2024 dan melonjak lagi di 2025.

Momentum berlanjut di 2026. Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS, ekspor komoditas pertanian, kehutanan, dan perikanan Januari–Juni 2026 mencapai 2,59 miliar dolar AS, naik 1,84 persen dibanding periode sama tahun lalu. Ekspor Juni 2026 tercatat 485,8 juta dolar AS. Peningkatan ditopang komoditas strategis seperti CPO dan turunannya yang tumbuh 7,32 persen.

Di sisi lain, impor pertanian justru turun. Pada 2025 nilai impor Rp389,95 triliun, berkurang Rp41,68 triliun atau 9,66 persen dibanding 2024. Ini menandakan produksi dalam negeri mulai mampu menekan kebutuhan pasokan luar.

Amran menegaskan pemerintah akan terus memperkuat hilirisasi sebagai strategi utama. "Kita nomor satu dunia. Total sekitar 80 persen produksi CPO dunia dikuasai Indonesia dan Malaysia. Karena itu, hilirisasi CPO menjadi senjata strategis Indonesia," ungkapnya.

Capaian pertanian juga terlihat dari indikator lain. Produksi beras naik 4,07 juta ton atau 13,29 persen. Cadangan beras pemerintah mencapai sekitar 5,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Nilai Tukar Petani mencapai 127,84, tertinggi dalam lebih dari 3 dekade. PDB sektor pertanian tumbuh 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun.

"Ini bukan kerja satu program, tetapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat tajam, impor kita tekan. Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri," tuturnya.

Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan produksi, modernisasi pertanian, deregulasi, dan perluasan akses pasar ekspor agar tren positif ini terus berlanjut.

Penulis: ASQINEWS
Editor: Redaksi ASQINEWS
Sumber informasi: Kompas.com/Kementerian Pertanian


Paylaş:

Bir yorum bırakın

E-posta adresiniz yayınlanmayacaktır. Gerekli alanlar * ile işaretlenmiştir

Bu sitedeki deneyiminiz çerezlere izin vererek iyileştirilecektir.