ASQINEWS, KENDAL — Desa Kalirejo di Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, menjadi salah satu titik yang merasakan dampak langsung kekeringan musim kemarau tahun ini.
Di desa yang terletak di lereng perbukitan itu, warga harus menempuh upaya ekstra untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Pada situasi itulah, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia - Dewan Pimpinan Daerah Jawa Tengah (APSI DPD Jawa Tengah) menyalurkan bantuan air bersih, Senin (13/10/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam tajuk “APSI DPD Jawa Tengah Peduli Sosial” itu berlangsung lancar dan disambut dengan penuh sukacita oleh masyarakat desa terdampak. Bantuan disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan di Desa Kalirejo.
Bagi APSI, penyaluran ini bukan sekadar respons kedaruratan, melainkan penegasan bentuk kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat, di atas peran profesi satpam yang tugas pokoknya berfokus pada penjagaan keamanan dan fungsi pengamanan.
Ketua Umum DPP APSI, H. A. Azis Said, S.E., menyampaikan dukungan penuh dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana. Menurut dia, kerja kemanusiaan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, namun menjadi tanggungjawab kolaboratif yang memberikan kebermanfaatan dan keberkahan kepada sekeliling dan sesama.
Sementara itu, Ketua DPD APSI Jawa Tengah, H. Heru Wibowo, S.Sos., MM., CMT., CCRM, sebagai inisiator kegiatan kemanusiaan ini, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas dukungan berbagai pihak. ”Matur nuwun dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bahu-membahu, mulai dari Dirbinmas Polda Jawa Tengah, Polres dan Polsek di jajaran Kabupaten Kendal, Kepala Desa Kalirejo, Pengurus DPD dan DPC APSI, serta Pengurus ABUJAPI BPD Jawa Tengah, Masjid Jami’ Jatisari, hingga para donatur dari Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang telah memberikan dukungan penuhnya serta kepedulian bersama kepada sesama ini”.Ujarnya.
Dukungan dunia usaha dalam kegiatan ini datang dari sejumlah BUJP, yakni PT Bravo Satria Perkasa (BSP), PT Produktif Citra Sukses (PSC), PT Sakti Purwa Mukti (SPM), PT PWS, PT BSM, PT PSKS, dan PT Inti Delta Ekaprana (IDE). Sinergi di antara asosiasi profesi, aparat pembina, pemerintah desa, dan sektor swasta tersebut, menurut Heru, menjadi modal sosial untuk menjawab persoalan warga.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Bidang Perencanaan dan Pengembangan DPP APSI, DR(c). A.G. Purwanto Edi, M.M., CMT., CCRM., CCXA, yang juga sebagai Praktisi Pelayanan Publik dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Service Quality Indonesia (ASQI), menyampaikan respek dan apresiai mulia.
”Kegiatan sosial seperti ini adalah bagian dari upaya DPP APSI dan seluruh pemangku-kepentingan yang terlibat secara penuh, untuk tujuan pemuliaan profesi satpam Indonesia yang semakin melayani sepenuh hati dengan kepedulian sejati.” ungkap Purwanto
"Ketika masyarakat kesulitan, di situlah profesi ini harus hadir mengambil peran kepedulian,” imbunya.
Bagi APSI Jawa Tengah, krisis air bersih di Desa Kalirejo adalah cermin dari persoalan yang lebih luas. Di banyak wilayah, kekeringan tidak hanya soal cuaca, melainkan juga soal ketahanan komunitas. Kehadiran satpam dalam aksi sosial, karena itu, dimaknai sebagai upaya merawat kepercayaan publik.
"Semoga setiap sedekah air yang kita salurkan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi pemberi dan manfaat bagi penerima. Terima kasih atas segala dukungan, kepedulian, dan kebersamaan," tutur Heru menutup keterangannya.
Bersama Peduli, Bersama Berbagi, Bersama Melayani
Perhatian tinggi juga disoroti oleh Ketua Umum Asosiasi Service Quality Indonesia (ASQI), Ahmad Arwani R., S.T., M.M., CMT., CCRM., CCXA, sebagai mitra pemerhati pelayanan profesi satpam bersama DPP APSI, yang mendudukkan kegiatan sosial tersebut sebagai gerakan
“Bersama Peduli, Bersama Berbagi, Bersama Melayani”yang diusung APSI DPD Jawa Tengah ini juga diharapkan tidak berhenti di Desa Kalirejo, dan bisa diikuti oleh 26-DPD APSI lainnya di seluruh Indonesia." Harap Arwani.
Semangat tersebut hendak terus dirawat menjadi bagian dari budaya organisasi dan budaya profesi. Sebab memuliakan profesi satpam bukan hanya meningkatkan kompetensi keamanan, kedisiplinan, atau kemampuan teknis pengamanan.
Namun, pemuliaan profesi juga berarti membangun public service mindset, empati, kepedulian sosial, komunikasi, dan kemampuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pada akhirnya, lebih lanjut Arwani menegaskan, profesionalisme satpam Indonesia berdiri di atas dua fondasi yang sama penting:
- MENGAMANKAN — menciptakan rasa aman dan nyaman berkehidupan
- MELAYANI — menghadirkan rasa peduli dlam kebermanfaatan
Keduanya harus berjalan bersama. Karena satpam yang unggul bukan bertugas sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang hadir dengan kepedulian dan sepenuh hati.
Berfungsi keamanan dan pengamanan, namun juga tidak terbatas berupa kepedulian dan pelayanan kepada publik, khususnya masyarakat sekitarlik, khususnya masyarakat sekitar.
Dok. APSI DPD Jawa Tengah
Penulis: Redaksi ASQINEWS
ASQINEWS | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Layanan Publik Indonesia
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *