ASQI NEWS Menyuarakan Pelayanan Terbaik

Header
collapse
Home / Hadapi Lonjakan Penumpang, KAI Terapkan Pendekatan “Safety at Scale” di Perlintasan Sebidang

Hadapi Lonjakan Penumpang, KAI Terapkan Pendekatan “Safety at Scale” di Perlintasan Sebidang

Aug 30, 2026  ASQINEWS  13 views
Hadapi Lonjakan Penumpang, KAI Terapkan Pendekatan “Safety at Scale” di Perlintasan Sebidang

ASQINEWS.com JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia menerapkan pendekatan "Safety at Scale" untuk menjawab meningkatnya mobilitas transportasi massal. Fokus utama diarahkan pada penguatan keselamatan di perlintasan sebidang seiring pertumbuhan jumlah pelanggan.

Sepanjang Januari-Juli 2026, KAI Group melayani 307,86 juta pelanggan, naik 8,32 persen. KAI Commuter melayani 242,93 juta pelanggan, sementara KA Jarak Jauh dan Lokal mencapai 35,26 juta pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan jaringan harus diikuti dengan disiplin operasi, pengelolaan risiko, kesiapan SDM, teknologi, dan infrastruktur.  

“Semakin tinggi intensitas perjalanan, semakin besar kebutuhan terhadap disiplin operasi, pengelolaan risiko, kesiapan SDM, teknologi, infrastruktur, dan kolaborasi di sepanjang jaringan,” ujar Anne, Minggu (30/8/2026).

Salah satu titik rawan berada pada perlintasan sebidang. KAI menetapkan 190 titik prioritas peningkatan keselamatan pada 2026 di sembilan Daop dan empat Divre. Program mencakup pembangunan gardu, pemasangan rambu dan alat keselamatan, peningkatan komunikasi, serta penugasan penjaga perlintasan tersertifikasi hingga pemasangan pintu perlintasan.

KAI juga berbasis data dalam pemetaan risiko. Dari 1.214 titik perlintasan sebidang yang dipetakan, terdapat 43 lokasi risiko tinggi, 630 risiko sedang, 538 risiko rendah, dan 3 kategori sangat rendah.  

“Pemetaan risiko membuat penanganan dapat disusun berdasarkan kondisi lapangan. Karakter lalu lintas jalan, status perlintasan, lingkungan, dan intensitas perjalanan kereta berbeda pada setiap lokasi,” kata Anne.

Sejauh ini KAI bersama pemangku kepentingan telah menutup 172 lokasi perlintasan sebidang yang masuk target program.

Dalam RJPP 2026, KAI menempatkan penguatan Train Safety & Security System, intelligent rail service and inspection, digitalisasi pengelolaan infrastruktur, serta modernisasi sarana sebagai bagian dari tema Strengthening Operational and Organizational Foundations.

Anne menekankan keselamatan juga membutuhkan partisipasi publik.  

“Teknologi dan fasilitas memberikan lapisan perlindungan. Disiplin pengguna jalan, kepatuhan terhadap rambu dan koordinasi antarinstansi melengkapi lapisan tersebut,” ujar Anne.  

“World-class railway dimulai dari kemampuan tumbuh dengan aman. Ketika jumlah perjalanan meningkat, standar pengelolaan risiko juga harus semakin matang,” tutupnya.

Sumber Berita: ANTARA

Editor: Redaksi ASQINEWS


Share:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy