ASQINEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan Blok M sebagai model pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan transportasi publik, ruang publik, aktivitas komersial, dan kehidupan perkotaan. Arah pengembangan tersebut ditandai dengan peluncuran konsep desain transformasi Blok M Fase Ultimate oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/10).
Gubernur Pramono menegaskan, transformasi tersebut harus meningkatkan kualitas kawasan tanpa menghilangkan karakter Blok M yang selama ini menjadi ruang berkumpul, kuliner, hiburan, perdagangan, dan aktivitas kreatif, khususnya bagi generasi muda.
"Walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, dan lebih tertata, saya berharap Blok M tidak kehilangan ruh utamanya. Karena bagaimanapun, ruh itulah yang menjadi salah satu kekuatan utama Blok M. Orang mengatakan Blok M ini menjadi ‘Negara Blok M’," ujarnya.
Dalam konsep Fase Ultimate, ruang yang dapat dimanfaatkan ditargetkan meningkat sekitar 10 kali lipat, sedangkan ruang publik bertambah sekitar lima kali lipat dari kondisi saat ini.
Transformasi Blok M juga disiapkan sejalan dengan penguatan konektivitas Jakarta. Gubernur Pramono menargetkan pada 2029 jaringan MRT Utara–Selatan, LRT Kelapa Gading–Dukuh Atas, pedestrian deck Dukuh Atas, extended concourse Bundaran HI, serta pembenahan Taman Semanggi semakin terintegrasi.
Meski menjalani transformasi besar, aktivitas ekonomi dan mobilitas di Blok M tidak boleh terhenti selama proses pembangunan.
"Yang jelas, sebelum nanti dijawab oleh Pak Dirut, Blok M enggak boleh berhenti. Blok M enggak boleh apa, napasnya itu tidak tersambungkan. Jadi Blok M itu harus ada terus karena memang di sini seluruh aktivitas sekarang ini tidak pernah terputus," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan terdapat 332 tenant yang saat ini beraktivitas di kawasan tersebut. Seluruh tenant akan menjalani proses transisi sebelum pembangunan dimulai agar kegiatan usaha tetap berjalan.
"Pada saat nanti kita lakukan pembangunan, sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami lakukan di satu tempat. Jadi tidak pernah lepas, tetap melakukan operasi," jelasnya.
Sumber: http://jakarta.go.id
Dok. Pemprov DKI Jakarta
Penulis: Redaksi ASQINEWS
http://ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Layanan Publik Indonesia
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *