ASQINEWS.com, JAKARTA - Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen secara tahunan atau year on year pada semester I 2026. Capaian ini melanjutkan tren positif setelah tumbuh 5,03 persen pada 2024 dan 5,11 persen pada 2025.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan transformasi ekonomi menjadi agenda utama pembangunan nasional 2026. Hal ini sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah RKP 2026 yaitu "Kedaulatan Pangan dan Energi, serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif".
"Dalam menavigasi dinamika pembangunan, Kementerian PPN/Bappenas memegang peran sentral untuk menerjemahkan visi jangka panjang Indonesia Emas 2045 dan agenda Asta Cita ke dalam Prioritas Nasional. Menjawab tantangan efisiensi dan kedaulatan, RKP 2026 difokuskan pada tema Kedaulatan Pangan dan Energi, serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif," urai Rachmat.
Pertumbuhan Ekonomi Tetap Solid
Pendapatan Nasional Bruto per-kapita juga meningkat 4,07 persen, dari US$4.920 pada 2024 menjadi US$5.120 pada 2025. Capaian tersebut mempertahankan posisi Indonesia sebagai Negara Berpendapatan Menengah Atas.
Sektor industri pengolahan menjadi salah satu penopang. Pada semester I 2026 sektor ini tumbuh 4,78 persen secara tahunan, didorong percepatan program hilirisasi sumber daya alam, penguatan struktur industri, dan peningkatan investasi di sektor prioritas.
Investasi dan Hilirisasi Terus Diperkuat
Realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau naik 12,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Investasi tersebut menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja.
Pada semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun, naik 7,2 persen dibanding periode sama tahun lalu. Penanaman Modal Asing PMA berkontribusi 50,2 persen dan tumbuh 17,5 persen secara tahunan.
Agenda hilirisasi menjadi salah satu penggerak. Pada semester I 2026, realisasi investasi pada 15 komoditas prioritas hilirisasi RPJMN 2025-2029 mencapai Rp273,47 triliun atau 27,06 persen dari total realisasi investasi nasional.
Pada April 2026 pemerintah melakukan groundbreaking tahap II terhadap 13 proyek hilirisasi dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun. Proyek itu terdiri dari lima proyek sektor energi, lima proyek mineral, dan tiga proyek perkebunan.
Penguatan Ekonomi Hingga Desa
Transformasi juga diperluas ke desa dan kelurahan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih KDKMP. Hingga 5 Agustus 2026, sebanyak 83.382 KDKMP telah berbadan hukum. Dari 38.109 titik pengajuan gerai fisik, 19.623 gudang dan gerai telah selesai dibangun.
Pemerintah juga merekrut 30.000 manajer KDKMP melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia SPPI.
Di sektor perumahan, akses rumah tangga terhadap hunian layak mencapai 68,40 persen pada 2025. Pembangunan dan peningkatan kualitas rumah mencapai 850.786 unit pada 2025 dan 380.787 unit pada semester I 2026.
Lapangan Kerja Mengikuti Ekspansi
Jumlah angkatan kerja naik 1,22 persen dari 153,05 juta orang pada 2025 menjadi 154,91 juta orang pada 2026. Penduduk bekerja naik 1,30 persen dari 145,77 juta menjadi 147,67 juta orang.
Tingkat Pengangguran Terbuka TPT turun dari 4,76 persen menjadi 4,68 persen pada Februari 2026. Rata-rata upah pekerja naik 6 persen dari Rp3,09 juta per bulan pada 2025 menjadi Rp3,29 juta per bulan pada 2026.
Pada semester I 2026, balai dan pusat pelatihan kerja menghasilkan 38.009 lulusan dengan 20.916 di antaranya tersertifikasi kompetensi. Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri TKM menjangkau 7.034 wirausaha pemula.
Menyiapkan Ekonomi Masa Depan
Pemerintah juga mendorong sektor strategis masa depan. Danantara memperkuat kerja sama investasi Waste-to-Energy WtE di lebih dari 30 kabupaten/kota. Pengembangan ekosistem semikonduktor dimulai dengan program talenta bagi 1.000 insinyur dari target 15.000 tenaga ahli.
Penguatan ekosistem haji dan umrah juga dilakukan melalui akuisisi multi-aset di Makkah serta rencana pembangunan hotel, masjid, dan kawasan komersial di kawasan Thakher.
"Lampiran Pidato ini berfungsi sebagai jembatan antara perencanaan pembangunan dan bentuk akuntabilitas pemerintah kepada publik. Ke depan, penajaman tata kelola akan difokuskan pada keberlanjutan investasi strategis dan efisiensi ekosistem pendukung," tegas Rachmat.
Dengan demikian, pertumbuhan 5,45 persen pada semester I 2026 menjadi bagian dari proses membangun struktur ekonomi nasional yang lebih mandiri, inklusif, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. (REDAKSI ASQINEWS)
Sumber: ANTARA
Laisser un commentaire
Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont marqués *