ASQI NEWS

Header
collapse
...
Accueil / Affaires / Jakarta Bidik 50 Besar Kota Global 2030, Transformasi Digital Jadi Pengungkit

Jakarta Bidik 50 Besar Kota Global 2030, Transformasi Digital Jadi Pengungkit

août 23, 2026  ASQINEWS  52 vues
Jakarta Bidik 50 Besar Kota Global 2030, Transformasi Digital Jadi Pengungkit

ASQINEWS.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8/2026). Forum yang berlangsung secara hibrida selama dua hari, 19–20 Agustus, itu menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik untuk memperkuat transformasi digital pemerintahan serta inovasi layanan publik.

“Forum ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman. Bukan berarti kita paling hebat, tetapi pengalaman yang sudah dilakukan di Jakarta dapat dibagikan kepada daerah lain agar transformasi digital dapat memberikan pelayanan publik yang lebih maksimal,” ujar Rano.

Menurut Wagub Rano, teknologi seperti kecerdasan buatan dan big data dapat menjadi pengungkit untuk menjawab berbagai persoalan perkotaan. Teknologi tersebut membantu pemerintah memahami kebutuhan warga, menentukan prioritas kebijakan, serta memastikan layanan pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial lebih tepat sasaran.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini Jakarta berada di peringkat ke-71 dari 158 kota dalam Global City Index. Posisi tersebut dijadikan pijakan untuk meningkatkan daya saing Jakarta agar masuk 50 besar kota global pada 2030. Di sisi lain, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Namun, pemerataan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan rumah dengan rasio Gini sebesar 0,435.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang teknologi dapat menjadi salah satu game changer dalam mengatasi berbagai tantangan perkotaan, termasuk pemanfaatan AI dan Big Data,” jelasnya.

Pemanfaatan teknologi itu sudah diterapkan dalam sejumlah aspek tata kelola Jakarta. Contohnya Intelligent Traffic Control System untuk mengelola lalu lintas secara real-time, Jakarta Satu yang mengintegrasikan data geospasial melalui prinsip satu peta, satu data, dan satu kebijakan, serta JAKI sebagai super app layanan publik.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan, JFCF 2026 mengusung tema “Sharing Best Practice in Digital Transformation and Public Innovation”. Forum ini menghadirkan 14 sesi, terdiri atas lima forum luring dan sembilan forum daring. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, akademisi, industri, komunitas, serta mitra nasional dan internasional.

“Forum ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dari berbagai negara dan daerah, khususnya dalam transformasi digital pemerintahan, pemanfaatan AI dan Big Data, serta inovasi pelayanan publik,” kata Marulina.

Sementara itu, Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional Kementerian PANRB Adi Nugroho menekankan pentingnya forum tersebut untuk memperkuat pemerintahan digital yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Pengembangan layanan digital pemerintah ke depan harus mengedepankan human-centric design, yaitu fokus pada kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Menurut Adi, transformasi digital juga perlu dibangun dengan prinsip interoperabilitas agar berbagai aplikasi dan sistem pemerintahan dapat saling terhubung. Dengan begitu, layanan publik dapat diberikan secara lebih mudah, terpadu, dan efektif.

Sumber Berita: Siaran Pers Pemprov DKI 

Sumber Foto: Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta  

Editor: Redaksi ASQINEWS


Partager :

Laisser un commentaire

Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont marqués *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies.