ASQINEWS.com KETAPANG - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Korps Brimob Polri yang jatuh pada 14 November 2026, IPDA Hamid, Pelaksana Tugas Komandan Kompi 4 Batalyon A Pelopor, Kabupaten Ketapang, menyampaikan pesan pengabdian kepada seluruh personel jajarannya.
Ia mengajak anggota untuk terus menghidupkan semangat "Dingahayu Pelopor" nilai kebersamaan, kekuatan, dan pengabdian yang menjadi ciri khas Korps Brimob sejak masa pembentukannya hingga saat ini.
Di bawah kepemimpinan IPDA Hamid, Kompi 4 Ketapang menjalankan pendekatan yang memadukan penegakan hukum yang tegas dengan pelayanan yang bijak dan humanis kepada masyarakat. Cakupan tugas jajaran meliputi pengamanan kamtibmas, penanganan kebakaran hutan dan lahan, hingga pendampingan warga di wilayah terpencil yang membutuhkan kehadiran negara.
IPDA Hamid menekankan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat bukan sekadar unjuk kekuatan atau simbol kehadiran negara. Kehadiran tersebut harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga melalui aksi nyata di lapangan.
"Pasukan Pelopor yang presisi, siap mengabdi untuk masyarakat," ujar IPDA Hamid. Ketapang, 14 September 2026.
Kalimat tersebut kini menjadi pedoman kerja seluruh jajaran Kompi 4. Presisi dimaknai sebagai kemampuan bertindak tepat sasaran, sesuai prosedur hukum yang berlaku, dan tidak berlebihan dalam setiap tindakan. Sementara siap mengabdi diartikan sebagai kesiapan personel untuk hadir bukan hanya ketika ada perintah atasan, tetapi juga setiap kali masyarakat membutuhkan pertolongan.
Pendekatan ini tercermin nyata dalam keterlibatan langsung IPDA Hamid di lapangan. Baik saat memimpin penanganan kebakaran hutan di sejumlah titik wilayah Ketapang maupun ketika menjaga ketertiban di tengah dinamika sosial masyarakat. Ia kerap menempatkan diri secara langsung di titik-titik rawan yang membutuhkan penanganan cepat dan terukur.
Filosofi kerja Korps Brimob yang dipegang teguh bertumpu pada tiga pilar utama yang saling menopang satu sama lain.
Pertama, Presisi.
Setiap tindakan yang diambil harus dilakukan secara terukur, sesuai prosedur tetap, dan proporsional terhadap situasi. Bukan mengedepankan kekuatan semata, melainkan ketepatan dalam membaca situasi, menganalisis ancaman, dan mengambil keputusan yang tepat.
Kedua, Pengabdian.
Menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Hal ini sejalan dengan nilai Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi pedoman etik seluruh anggota Polri, termasuk Brimob sebagai pasukan khusus di dalamnya.
Ketiga, Kebersamaan.
Di lingkungan Kompi 4 Ketapang, nilai ini diwujudkan lewat semangat "Dingahayu Pelopor". Semangat tersebut menjadi perekat solidaritas internal antar personel sekaligus menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan dengan masyarakat yang dilayani.
Ketiga nilai ini, menurut IPDA Hamid, harus terus dihidupkan dan diamalkan setiap hari dalam pelaksanaan tugas. Bukan hanya diingat pada saat momentum seremonial peringatan HUT Brimob tiba.
Secara historis, akar Korps Brimob dapat ditelusuri hingga masa pendudukan Jepang di Indonesia. Peran awal kesatuan ini mulai terlihat sejak tanggal 8 Maret 1942, ketika Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang setelah menjajah Indonesia selama sekitar tiga setengah abad.
Dari kondisi tersebut lahir cikal bakal Polisi Istimewa. Kesatuan ini mulai menunjukkan peran pentingnya menjelang proklamasi kemerdekaan dan pada masa awal mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Puncaknya, pada tanggal 14 November 1946, seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa, dan Pasukan Polisi Istimewa secara resmi dilebur menjadi satu komando bernama Mobile Brigade Mobrig. Nama inilah yang kemudian berkembang menjadi Brigade Mobile atau yang kini dikenal sebagai Brimob. Tanggal 14 November itulah yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Korps Brimob Polri, dan setiap tahun diperingati sebagai HUT-nya.
Sejak saat itu hingga sekarang, Brimob terus berkembang menjadi pasukan khusus Polri yang memiliki kemampuan menangani kejahatan berintensitas tinggi. Di sisi lain, Brimob juga aktif terlibat dalam berbagai penugasan kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan pengamanan di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani
Editor: Redaksi ASQINEWS
Laisser un commentaire
Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont marqués *