ASQI NEWS

Header
collapse
...
Accueil / Affaires / Pemkot Pontianak Raih 3 Penghargaan Pelayanan Publik dan Stunting dari Pemprov Kalbar

Pemkot Pontianak Raih 3 Penghargaan Pelayanan Publik dan Stunting dari Pemprov Kalbar

août 18, 2026  ASQINEWS  45 vues
Pemkot Pontianak Raih 3 Penghargaan Pelayanan Publik dan Stunting dari Pemprov Kalbar

ASQINEWS.com PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak menerima tiga penghargaan dari pemerintah provinsi dan lembaga negara dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (18/8/2026).

Penghargaan pertama adalah Indeks Pelayanan Publik kategori Pelayanan Prima atau A Tahun 2025 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kedua, Pemkot Pontianak memperoleh Opini Kualitas Tinggi dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman Republik Indonesia. Ketiga, penghargaan atas pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 dengan klasifikasi Baik.

Pada kesempatan yang sama, Kelurahan Sungai Jawi ditetapkan sebagai Juara I Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut penghargaan menjadi tolok ukur sekaligus dorongan untuk pembenahan. Ia menekankan capaian itu harus berujung pada kemudahan akses warga terhadap layanan.

“Penghargaan ini tentu kita syukuri, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini berdampak langsung kepada masyarakat. Pelayanan publik harus semakin mudah, cepat, transparan, dan berkualitas,” ujarnya.

Edi menilai predikat Pelayanan Prima menunjukkan adanya perbaikan penyelenggaraan layanan. Ia meminta seluruh perangkat daerah menjaga standar mulai dari keramahan petugas, kejelasan prosedur, kecepatan layanan, hingga kemudahan akses.

“Pelayanan prima bukan hanya nilai atau predikat, tetapi komitmen setiap hari. Masyarakat harus merasakan bahwa pemerintah hadir memberi solusi,” katanya.

Terkait penanganan stunting, Edi mengatakan upaya itu tidak bisa dilakukan satu sektor. Penanganan memerlukan keterlibatan bidang kesehatan, gizi, sanitasi, pendidikan keluarga, perlindungan sosial, dan lingkungan permukiman.

“Pencegahan stunting harus dilakukan bersama. Mulai dari ibu hamil, bayi, balita, keluarga, posyandu, puskesmas, kader, kelurahan, kecamatan, sampai perangkat daerah terkait,” jelasnya.

Menurutnya, klasifikasi Baik pada aksi konvergensi stunting menunjukkan koordinasi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan telah berjalan. Ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak menimbulkan kepuasan berlebihan.

“Yang kita kejar bukan sekadar penghargaan, tetapi anak-anak Pontianak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang baik,” tegasnya.

Edi juga menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, camat, lurah, dan masyarakat yang terlibat dalam peningkatan pelayanan publik dan penurunan stunting.

“Capaian ini harus kita jadikan semangat untuk bekerja lebih baik, melayani lebih baik, dan membangun Pontianak yang semakin sehat, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

(Redaksi ASQINEWS)

Sumber : Aksaraloka


Partager :

Laisser un commentaire

Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont marqués *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies.