ASQI NEWS

Header
collapse
Home / Berita Terbaru / Menko Airlangga Targetkan Pertumbuhan 6% di 2027, Ajak Kolaborasi Semua Pihak

Menko Airlangga Targetkan Pertumbuhan 6% di 2027, Ajak Kolaborasi Semua Pihak

Agt 23, 2026  ASQINEWS  36 views
Menko Airlangga Targetkan Pertumbuhan 6% di 2027, Ajak Kolaborasi Semua Pihak

ASQINEWS.com TANGERANG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan optimistis mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif. Ajakan itu disampaikan dalam keynote speech pada acara SUAR Forum 2026 di Kabupaten Tangerang, Jumat (21/8/2026).

Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat fundamental perekonomian nasional untuk menghadapi tantangan global sekaligus menjaga ketahanan ekonomi. Di tengah dinamika geopolitik, perang dagang, serta tekanan pada energi dan logistik, sinergi antara Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci.

“Semester I ini kita tumbuh 5,45%, dan ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir, termasuk di antara negara G20. Jadi menjelang sampai akhir tahun Bapak Presiden meminta kita mendorong supaya mendekati 6% di akhir tahun. Dan tentu ini bisa menjadi tantangan dan juga harus kerja keras,” ujar Menko Airlangga.

Menurutnya, tantangan global masih besar akibat konflik geopolitik, dinamika di Selat Hormuz, serta perang dagang yang berdampak pada perdagangan dan investasi. Meski begitu, kondisi fiskal Indonesia tetap solid. Pendapatan negara tumbuh 21,3% dibandingkan tahun sebelumnya, belanja tumbuh 18,2%, dan defisit anggaran terjaga pada 0,91% terhadap PDB.

Untuk tahun 2027, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dengan inflasi 2,5%, suku bunga SBN 10 tahun 6,9%, dan nilai tukar Rp17.500 per dolar AS. Pendapatan negara direncanakan Rp3.426 triliun dan belanja negara Rp4.097,2 triliun, dengan pembiayaan Rp671,2 triliun serta defisit sekitar 2,4% terhadap PDB. Sasaran kesejahteraan diarahkan pada tingkat pengangguran terbuka 4,30–4,87%, kemiskinan 6,0–6,5%, dan rasio gini 0,362–0,367.

Menko Airlangga menekankan, untuk mendorong pertumbuhan dari 5,45% menuju 6%, diperlukan peningkatan investasi yang tumbuh lebih cepat dari PDB. Investasi harus diarahkan pada proyek bernilai tambah tinggi dengan memanfaatkan rantai nilai di dalam negeri. Selain itu, peningkatan produktivitas SDM dan penguatan ekspor bernilai tambah yang ditopang efisiensi logistik juga menjadi bagian penting strategi.

Pemerintah juga terus memperkuat 6 mesin pertumbuhan baru. Keenamnya meliputi hilirisasi dan upstreaming yang telah mencatat 26 proyek groundbreaking; swasembada energi melalui implementasi B50 sejak 1 Juli 2026; ekosistem bulion dan bank emas yang mengelola sekitar 179 ton emas senilai Rp360 triliun; tata kelola devisa hasil ekspor SDA melalui Danantara Sumberdaya Indonesia; digitalisasi, semikonduktor, dan artificial intelligence; serta pengembangan KEK dan kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan baru.

Dari sisi SDM dan akses pembiayaan, Pemerintah menjalankan program magang bagi 150 ribu lulusan dan vokasional yang ditargetkan 250 ribu. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat juga terus diperluas. Untuk pelaku usaha perempuan, Pemerintah menurunkan bunga PNM dari 18% menjadi 8% untuk pembiayaan Rp0 hingga Rp15 juta melalui PNM Mekaar.

Di bidang perdagangan, Indonesia saat ini telah memiliki 25 perjanjian dagang yang diratifikasi dan 13 perjanjian masih dalam proses perundingan. Proses aksesi OECD juga berjalan, dengan Indonesia telah menyampaikan laporan untuk 20 dari 24 bab dan mencatat progres sekitar 75%.

“Kita harus bekerja bersama-sama, sehingga dengan bekerja bersama-sama ini apa yang kita capai betul-betul bisa dinikmati oleh seluruh stakeholders. Dengan fundamental ekonomi yang kuat, kebijakan fiskal yang prudent, kebersamaan antara Pemerintah dan dunia usaha, kami ingin mendorong ke depan kita bisa menjaga ketahanan perekonomian dan juga mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir Managing Director Sinarmas Saleh Husin, Menlu Periode 2014–2024 Retno Marsudi, Presiden Direktur BCA Yahya Setiaatmadja, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas, serta para pimpinan dunia usaha, investor, dan akademisi.

Sumber Berita: Siaran Pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI   

Editor: Redaksi ASQINEWS


Share:

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.