ASQINEWS.com, MALANG - Pemerintah daerah didorong menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan dalam merumuskan kebijakan pembangunan agar pelayanan kepada masyarakat berkelanjutan dan membuka peluang ekonomi merata.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan kepala daerah perlu memahami arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 dan menerjemahkannya ke dalam keputusan yang membuka peluang ekonomi sekaligus menjaga lingkungan jangka panjang.
"Mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi harus peduli juga pada lingkungan," ujar Bima saat menjadi pembicara kunci dalam The 4th International Conference on Public Administration and Governance (ICoPAG) 2026 di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026).
Dalam konteks tersebut, Bima menyoroti pengembangan pekerjaan hijau (green jobs) sebagai peluang untuk memperluas lapangan kerja di bidang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kebijakan ekonomi daerah perlu memperhatikan peluang tersebut, sejalan dengan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan kebutuhan pekerjaan pada masa depan.
Bima menekankan pentingnya kepekaan kepala daerah terhadap kebutuhan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan yang dapat memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan persoalan lingkungan.
Untuk memastikan kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat, Bima mendorong keterlibatan generasi muda sejak proses perencanaan. Kepala daerah perlu membuka ruang bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan mengenai lapangan pekerjaan, ruang publik, transportasi, dan berbagai kebutuhan kota.
"Wali kota, bupati enggak boleh hanya menyasar anak muda ketika musim pemilu tiba, … governors should invite the students also for development planning," tegasnya
Pelibatan tersebut perlu didukung cara kerja pemerintah yang terbuka dan kolaboratif. Bima menekankan agar musyawarah perencanaan pembangunan juga memberikan ruang bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok marginal untuk menyampaikan kebutuhan dan ikut menentukan arah pembangunan.
"Partisipasinya bukan hanya seremoni, tapi meaningful participation atau partisipasi bermakna," pungkasnya
Sumber berita: Kemendagri / Pusat Penerangan
Penulis : Redaksi ASQINEWS
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Pelayanan Unggul Indonesia
Bir yorum bırakın
E-posta adresiniz yayınlanmayacaktır. Gerekli alanlar * ile işaretlenmiştir