ASQINEWS.com JAKARTA - Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan tahap transisi energi Indonesia saat ini harus masuk ke implementasi. Setiap kebijakan energi perlu memiliki jalur proyek yang jelas, jalur pembiayaan, dan investasi yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Hal itu disampaikan Rachmat saat menyampaikan pidato kunci pada Indonesia Sustainable Energy Week 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
“Tahap berikutnya dari transisi energi Indonesia harus berfokus pada implementasi. Setiap kebijakan energi utama harus memiliki jalur proyek yang jelas. Setiap jalur proyek harus memiliki jalur pembiayaan. Dan setiap investasi harus berkontribusi langsung terhadap prioritas pembangunan nasional kita,” tegas Rachmat.
ISEW 2026 merupakan platform utama kerja sama energi Indonesia–Jerman. Forum ini menjembatani dialog kebijakan tingkat tinggi dengan keterlibatan dunia usaha, pemanfaatan teknologi, serta pertukaran yang berorientasi pada investasi.
Rachmat menyebut Indonesia dan Jerman telah membangun kerja sama jangka panjang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk agenda transisi energi. Kerja sama itu berkontribusi pada penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas kelembagaan, bantuan teknis, dan dialog antarpemangku kepentingan.
Ke depan, ia menekankan kualitas kerja sama perlu ditingkatkan agar semakin berorientasi pada investasi dan implementasi proyek.
“Kerja sama generasi berikutnya antara Indonesia dan Jerman harus bergerak dari pengetahuan menuju investasi, dari studi menuju proyek, serta dari dialog kebijakan menuju implementasi di lapangan,” ujarnya.
Komitmen serupa juga disampaikan Federal Minister for Economic Cooperation and Development Jerman Reem Alabali Radovan. Pemerintah Jerman menyatakan terus mendukung pengembangan investasi yang berorientasi pada kelestarian lingkungan.
Menurut Rachmat, transisi energi tidak hanya untuk menurunkan emisi. Sektor ini juga dapat menjadi mesin baru industrialisasi, memperkuat ketahanan energi, dan menciptakan peluang ekonomi baru di seluruh Indonesia.
"Transisi energi tidak hanya menjadi bagian dari upaya menurunkan emisi, tetapi juga dapat menjadi mesin baru industrialisasi, memperkuat ketahanan energi, menciptakan peluang ekonomi baru di seluruh penjuru Indonesia, serta mendukung transformasi Indonesia menuju 2045 yang lebih cepat, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan," pungkasnya.
(Redaksi ASQINEWS)
Sumber ANTARA
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *