ASQINEWS.com JAKARTA - PT Telkom Satelit Indonesia Telkomsat mengembangkan pemanfaatan teknologi Earth Intelligence melalui platform GeoTSat. Platform ini mengolah data pengamatan bumi menjadi informasi untuk mendukung pemantauan wilayah, termasuk kebakaran hutan dan lahan karhutla serta asesmen pascabencana.
Perkembangan teknologi satelit memungkinkan kondisi permukaan bumi dipantau lebih cepat dan detail. Nilai data tidak hanya pada citra yang dihasilkan, tetapi juga pada kemampuan mengolahnya menjadi informasi yang dapat digunakan memahami kondisi dan perubahan suatu wilayah.
Melalui GeoTSat, Telkomsat mengembangkan kapabilitas Earth Intelligence. Pengguna bisa memperoleh informasi lokasi perubahan, luas wilayah terdampak, kondisi terkini suatu area, hingga perkembangan perubahan dari waktu ke waktu.
Salah satu penerapannya adalah Karhutla GeoTSat. Fitur ini menampilkan persebaran titik panas di berbagai wilayah Indonesia melalui dashboard berbasis data satelit.
Karhutla GeoTSat memanfaatkan data dari NASA Fire Information for Resource Management System FIRMS untuk menampilkan informasi hotspot dan aktivitas termal. Data disajikan dalam visualisasi geospasial untuk membantu mengidentifikasi wilayah yang perlu perhatian lebih lanjut.
Platform ini juga dilengkapi Fire AI Assistant berbasis generative AI. Fitur itu membantu pengguna berinteraksi dan memahami informasi pada dashboard.
Informasi hotspot menjadi langkah awal identifikasi area yang perlu dipantau. Jika dibutuhkan gambaran lebih detail, pemantauan dilanjutkan menggunakan citra satelit beresolusi tinggi.
Untuk kebutuhan itu, Telkomsat berkolaborasi dengan http://STAR.VISION. Citra satelit yang digunakan beresolusi hingga 50 sentimeter dan pengambilan citra dapat diarahkan ke lokasi tertentu.
Salah satu penerapannya dilakukan di kawasan Bromo, Jawa Timur, untuk melihat kondisi wilayah pascakebakaran. Berdasarkan analisis citra resolusi tinggi, diperoleh estimasi wilayah terindikasi terdampak kebakaran sekitar 1.325 hektare pada area sampel yang dianalisis.
Pendekatan ini menunjukkan proses pemanfaatan Earth Intelligence mulai dari pemantauan indikasi hotspot secara luas, pengamatan area tertentu dengan citra resolusi tinggi, hingga analisis geospasial untuk menghasilkan informasi lokasi, persebaran, dan estimasi luas wilayah terdampak.
Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro K. Widiawan mengatakan pemanfaatan data satelit saat ini berkembang dari sekadar menghadirkan gambar menjadi informasi bernilai lebih bagi pengguna.
"Melalui GeoTSat, kami ingin membawa pemanfaatan data satelit lebih jauh dari sekadar melihat gambar permukaan bumi. Earth Intelligence memungkinkan data tersebut diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami, mulai dari melihat indikasi suatu kejadian, mengetahui area yang terdampak, hingga memantau perubahan kondisi wilayah dari waktu ke waktu," ujar Anggoro.
Menurut dia, kolaborasi dengan berbagai mitra teknologi menjadi bagian upaya Telkomsat memperkuat kapabilitas agar manfaatnya lebih luas bagi masyarakat.
Selain karhutla dan kebencanaan, Earth Intelligence dapat dikembangkan untuk pertanian, lingkungan dan kehutanan, pertambangan, infrastruktur, hingga maritim. Di pertanian untuk melihat kondisi lahan dan tanaman. Di kehutanan untuk memantau perubahan tutupan lahan. Di pertambangan dan infrastruktur untuk memantau perubahan wilayah. Di maritim untuk mendukung pemantauan aktivitas di perairan.
Melalui GeoTSat, Telkomsat memadukan data satelit, citra resolusi tinggi, analisis geospasial, dan kecerdasan buatan untuk mengubah data pengamatan bumi menjadi informasi yang mudah dipahami dan mendukung pengambilan keputusan.
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani
Sumber Berita: ANTARA
Editor: Redaksi ASQINEWS
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *