ASQINEWS.com, PUTUSSIBAU – DAMRI resmi menghadirkan layanan Angkutan Antar Lintas Batas Negara rute Putussibau–Kuching melalui PLBN Badau Kalimantan Barat dan Border Lubok Antu Sarawak Malaysia. Realisasi layanan ditandai soft launching dan flag off perdana bus di Aula Pasar Wisata PLBN Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (07/10/2026).
Kegiatan dibuka dan diresmikan Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dan Perekonomian Yosafat Triadhi Andjioe. Hadir Kepala Dinas Perhubungan Kalbar Hermanus Herman, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kalbar Alexander Rombonang, Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi, jajaran Pemkab Kapuas Hulu, BPTD Wilayah XIV Kalbar, Ketua DPRD Kapuas Hulu, Kapolres Kapuas Hulu, Kasdim 1206/Putussibau, Vice President Operasional dan Keselamatan DAMRI Wahyu Susilo, serta Pjs General Manager DAMRI Cabang Pontianak Ahmad Bukhari.
Layanan Putussibau–Kuching merupakan tindak lanjut hasil Sidang ke-39 Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kalbar dan Peringkat Negeri Sarawak, khususnya Kertas Kerja II bidang ekonomi, perdagangan dan perhubungan. Rute ini menjadi bentuk nyata kolaborasi Indonesia dan Malaysia dalam memperkuat konektivitas transportasi perbatasan.
Pjs GM DAMRI Pontianak Ahmad Bukhari mengatakan pembukaan rute bukan hanya trayek baru, tetapi membuka kesempatan masyarakat perbatasan untuk saling terhubung dan mendukung aktivitas ekonomi, pariwisata, pendidikan, serta hubungan sosial antara Kalbar dan Sarawak. DAMRI mengoperasikan layanan setiap hari, keberangkatan dari Putussibau pukul 07.00 WIB dan dari Kuching pukul 07.30 waktu setempat, menggunakan armada kelas eksekutif dengan skema operasional back to back melalui mekanisme transit di PLBN Badau–Border Lubok Antu.
Untuk tahap awal tarif promo diberlakukan Rp400.000 per pelanggan atau setara RM95. Tiket dapat diperoleh online melalui DAMRI Apps, website resmi DAMRI, Online Travel Agent mitra, maupun offline melalui Terminal Kedamin Putussibau, Kuching Sentral & Mall, dan agen DAMRI terdekat.
Kehadiran layanan memberikan alternatif perjalanan terintegrasi yang sebelumnya membutuhkan pengaturan transportasi kompleks. Konektivitas diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi perbatasan melalui peningkatan mobilitas yang memicu perdagangan, UMKM, akomodasi, kuliner, jasa, dan pariwisata, serta menjaga hubungan kekerabatan historis masyarakat Kalbar dan Sarawak.
Sumber: DAMRI
Dok. DAMRI
Penulis: Redaksi ASQINEWS
ASQINEWS | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Layanan Publik Indonesia
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *