ASQI NEWS Menyuarakan Pelayanan Terbaik

Header
collapse
Home / Berita Terbaru / Danantara Tata Ulang 1.074 BUMN, 290 Perusahaan Ditutup, Pemerintah Targetkan 300 hingga Akhir 2026

Danantara Tata Ulang 1.074 BUMN, 290 Perusahaan Ditutup, Pemerintah Targetkan 300 hingga Akhir 2026

Aug 17, 2026  ASQINEWS  58 views
Danantara Tata Ulang 1.074 BUMN, 290 Perusahaan Ditutup, Pemerintah Targetkan 300 hingga Akhir 2026

ASQINEWS.com, JAKARTA - Pemerintah menargetkan sekitar 300 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditutup hingga akhir 2026. Penataan tersebut dilakukan melalui proses streamlining dengan sejumlah skema, antara lain merger, likuidasi, dan konsolidasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dari total 1.074 perusahaan BUMN, sebanyak 290 perusahaan telah ditutup. Jumlah itu ditargetkan mencapai sekitar 300 perusahaan hingga akhir tahun.

"Kemudian tadi efisiensi BUMN nanti Pak Rosan menyampaikan, 290 BUMN ditutup dari 1074 dan maksimum di akhir tahun 300 BUMN," ujar Airlangga dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, dikutip dari Kontan.co.id. Jumat 16 Agustus 2026.

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi atau Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan, penataan dilakukan melalui berbagai skema, termasuk merger, likuidasi, konsolidasi vertikal, dan langkah lainnya.

"Dari total 1074 perusahaan BUMN kami melakukan streamlining, per hari ini memang kita sudah menurunkan jumlah dari sekitar 290 perusahaan yang sudah kami tutup dengan kita melakukan merger, likudasi, konsultasi vertikal dan lainnya," kata Rosan.

Menurut Rosan, salah satu bentuk konsolidasi dilakukan terhadap perusahaan asset management yang sebelumnya dimiliki secara terpisah oleh bank dan institusi keuangan di bawah BUMN.

Konsolidasi juga dilakukan terhadap sejumlah perusahaan rumah sakit dan hotel. Dalam penataan tersebut, terdapat sekitar 137 hotel yang akan dikonsolidasikan.

Rosan mengatakan, proses konsolidasi ditujukan untuk menciptakan efisiensi, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan aset BUMN. Namun, ia mengakui proses tersebut tidak mudah karena setiap perusahaan perlu dilihat dari berbagai aspek sebelum dilakukan merger, likuidasi, ataupun konsolidasi.

"Tetapi memang ini harus kami akui perusahaan yang tidak mudah dan sangat-sangat berat karena ini harus dilihat dari semua aspeknya," ujarnya.

Pemerintah, kata Rosan, akan melanjutkan proses streamlining hingga mencapai target sekitar 300 perusahaan BUMN yang ditutup pada akhir tahun.

"Ini memang target kami untuk streamlining sehingga kita bisa menciptakan efisiensi, kita bisa menciptakan, meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan aset-aset kita yang ada," pungkas Rosan.

(Redaksi ASQINEWS)


Share:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy