ASQI NEWS

Header
collapse
...
Accueil / 1.378 Sekolah Terdampak Gempa Flores, 116.324 Murid Dialihkan ke Pembelajaran Darurat

1.378 Sekolah Terdampak Gempa Flores, 116.324 Murid Dialihkan ke Pembelajaran Darurat

août 24, 2026  ASQINEWS  48 vues
1.378 Sekolah Terdampak Gempa Flores, 116.324 Murid Dialihkan ke Pembelajaran Darurat

ASQINEWS.com JAKARTA - Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur sejak 15 Agustus 2026 berdampak besar pada dunia pendidikan. Sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak dan membuat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah harus memastikan 116.324 murid tetap bisa belajar.

Mengacu kebijakan Pemerintah Provinsi NTT, pembelajaran saat ini dilakukan dari rumah dan tempat pengungsian. Hal itu untuk menjaga keselamatan warga sekolah karena gempa susulan masih terjadi dan sejumlah bangunan berpotensi roboh.

Berdasarkan laporan yang masuk per 20 Agustus 2026, dari 1.378 satuan pendidikan terdampak, sebanyak 923 sekolah menerapkan belajar dari rumah. Sebanyak 171 sekolah melaksanakan pembelajaran daring, 35 sekolah menggunakan kelas darurat, dan 30 sekolah masih melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Untuk menjaga keberlanjutan pendidikan, Kemendikdasmen telah menerbitkan Panduan Pembelajaran di Masa Darurat. Panduan itu memberi fleksibilitas pada moda dan materi pembelajaran dengan penekanan pada materi esensial, literasi-numerasi dasar, serta dukungan psikososial. Contoh penerapannya bisa diakses melalui laman Rumah Pendidikan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak harus jadi prioritas.  

“Dalam situasi bencana, keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama. Kemendikdasmen terus bergerak bersama pemerintah daerah dan seluruh mitra untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan, meskipun dalam kondisi darurat. Kita ingin memastikan bahwa keterbatasan akibat bencana tidak menghentikan hak anak untuk belajar dan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” ujarnya di NTT, Kamis (21/8).

Data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana mencatat gempa juga merusak 5.521 dari 8.664 ruang kelas atau 63,7 persen. Sebanyak 2.229 ruang di antaranya rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada laboratorium, perpustakaan, fasilitas sanitasi, dan rumah dinas guru. Sebanyak 502 satuan pendidikan dilaporkan rusak berat.

Bencana ini menelan 72 korban jiwa termasuk 3 murid dan 1 guru. Lebih dari 80 ribu orang mengungsi, termasuk sekitar 38 ribu warga sekolah.

Sejak 16 Agustus 2026, tim Kemendikdasmen telah berada di Labuan Bajo dan bergerak ke wilayah terdampak. Bantuan awal yang disalurkan meliputi 4.500 bingkisan anak, paket sembako, 800 school kit, dan 400 family kit ke Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Tim tambahan juga dikirim ke Ende, Nagekeo, dan Sikka.

Untuk mendukung pemulihan belajar, Kemendikdasmen menyiapkan 100 tenda ruang kelas darurat yang saat ini sedang didistribusikan dan ditargetkan mulai digunakan pekan depan. Selanjutnya akan disalurkan 5.000 school kit, 1.500 family kit, 6.238 mebelair, 3.956 papan tulis, dan 123.522 buku.

Pendampingan psikososial bagi murid dan guru juga dilakukan bersama Himpunan Psikologi, Muhammadiyah Disaster Management Center, dan mitra perguruan tinggi. Pendataan dampak dilakukan berkala melalui formulir daring dan dipantau lewat portal data BNPB. Kebijakan pembelajaran darurat ini berlaku hingga 28 Agustus 2026.

Sumber Berita: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 

Editor: Redaksi ASQINEWS


Partager :

Laisser un commentaire

Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont marqués *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies.