ASQI NEWS

Header
collapse
...
Accueil / Affaires / Delapan Kabupaten di NTT Terdampak Gempa, Kemenkes Aktifkan HEOC dan Kirim Logistik

Delapan Kabupaten di NTT Terdampak Gempa, Kemenkes Aktifkan HEOC dan Kirim Logistik

août 17, 2026  ASQINEWS  36 vues
Delapan Kabupaten di NTT Terdampak Gempa, Kemenkes Aktifkan HEOC dan Kirim Logistik

ASQINEWS.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memprioritaskan pemulihan fungsi layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi. Langkah yang dilakukan meliputi pengaktifan Health Emergency Operation Center (HEOC), pengerahan tim manajemen krisis dan Emergency Medical Team (EMT), serta penyiapan Rumah Sakit Lapangan dan distribusi logistik kesehatan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, langkah utama saat ini adalah memastikan seluruh rumah sakit di kabupaten dan kota terdampak dapat kembali berfungsi secara optimal untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan.

"Prioritas utama untuk mengembalikan fungsi layanan di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak, untuk menghadapi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan," ujar Menkes Budi dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu 16 Agustus 2026.

Kemenkes menargetkan dalam waktu paling lama satu minggu, seluruh RSUD terdampak dapat kembali menjalankan operasional dasar. Pemulihan difokuskan pada layanan esensial, khususnya operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

Berdasarkan laporan situasi per 15 Agustus 2026, gempa berdampak pada delapan kabupaten dan kota di NTT, yaitu Kabupaten Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.

Menkes menyampaikan, lokasi yang membutuhkan perhatian lebih berada di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. Untuk memperkuat pelayanan di kedua lokasi tersebut, Rumah Sakit Lapangan yang dilengkapi fasilitas operasi serta Emergency Medical Team telah bergerak pada 16 Agustus 2026.

"Info sementara lokasi terparah di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. RS Lapangan lengkap dengan fasilitas operasi, serta Emergency Medical Team yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi sudah bergerak ke dua lokasi tersebut hari ini," kata Menkes.

Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kemenkes akan mengirimkan satu set Rumah Sakit Mobil pada Senin 17 Agustus 2026. Rumah Sakit Mobil tersebut dilengkapi fasilitas operasi untuk memastikan pelayanan medis dasar dan penanganan kasus kegawatdaruratan tetap dapat dilakukan selama proses pemulihan fasilitas rumah sakit.

Untuk mendukung sistem rujukan, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo apabila membutuhkan pelayanan lebih lanjut.

Kemenkes juga menargetkan dalam waktu dua minggu seluruh puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi setidaknya untuk memberikan pelayanan dasar. Fokus layanan mencakup pelayanan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi.

Kemenkes telah mengaktifkan HEOC di sembilan titik, yang terdiri atas satu HEOC tingkat pusat atau provinsi dan delapan HEOC tingkat kabupaten dan kota terdampak. Selain itu, Kemenkes mengirimkan dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan ke Kabupaten Sikka dan Ende serta dua tim EMT untuk memperkuat pelayanan medis di lokasi terdampak.

Dari sisi dukungan logistik, pada 16 Agustus 2026 Kemenkes mendistribusikan delapan paket obat-obatan dasar, lima paket Emergency Kit, 1.000 buah sarung tangan steril, 20.000 buah sarung tangan nonsteril, 20.000 masker bedah, 10 unit oksigen konsentrator, serta dua unit tenda pos kesehatan. Sebanyak delapan tenda tambahan juga disiagakan untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan.

Berdasarkan laporan per 15 Agustus 2026, dari 21 rumah sakit terdampak, sebanyak 16 rumah sakit masih beroperasi penuh, empat rumah sakit beroperasi sebagian, dan satu rumah sakit belum beroperasi. Dari sisi kerusakan, tercatat tiga rumah sakit mengalami rusak berat, enam rusak ringan, dan 12 rumah sakit tidak mengalami kerusakan struktur.

Pada tingkat puskesmas, dari 190 fasilitas terdampak, sebanyak 122 puskesmas masih beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 belum dapat beroperasi. Kerusakan fisik tercatat pada 20 puskesmas rusak berat, 37 rusak sedang, dan 11 rusak ringan, sementara 116 puskesmas tidak mengalami kerusakan.

Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota, BNPB, dan Basarnas untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan, memastikan ketersediaan tenaga medis, serta memenuhi kebutuhan obat-obatan, alat kesehatan, dan sarana pendukung lainnya di wilayah terdampak.

(Redaksi ASQINEWS)

Sumber: Rilis Pers Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI

 


Partager :

Laisser un commentaire

Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont marqués *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies.