ASQINEWS.COM, JAMBI – Upaya mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis lahan gambut terus diperkuat di Provinsi Jambi. Sebanyak sembilan desa berkolaborasi membangun 25 titik sekat kanal (canal blocking) guna mempertahankan kelembapan muka air tanah gambut serta menjamin ketersediaan sumber air darurat.
Kesembilan desa yang terlibat mencakup Desa Kasang, Lidung, Tanjung, Pangkal Bulian, Sungai Abang, Tanah Abang, Empang Benao, Aur Gading, dan Batu Ampar.
Inisiatif pencegahan di tingkat tapak ini dilaksanakan melalui koordinasi erat antara pemerintah desa, masyarakat lokal, dan PT Kresna Duta Agroindo (KDA) – anak perusahaan Sinar Mas Agribusiness and Food.
Regional Controller Jambi 1 Sinar Mas Agribusiness and Food, Daniel Tambunan, menjelaskan bahwa pembangunan sekat kanal dirancang secara bertahap agar fasilitas dapat terawat dan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat desa.
“Kami bekerja bersama pemerintah desa dan masyarakat mulai proses pembangunan hingga pemantauan di lapangan. Kami ingin memastikan sekat kanal yang dibangun sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat, dapat dipelihara bersama, dan terus memberikan manfaat dalam menjaga ketersediaan air serta mendukung kesiapsiagaan menghadapi karhutla,” ujar Daniel.
Dari total target 25 titik sekat kanal, sebanyak 5 titik telah selesai dibangun dan berfungsi optimal. Pembangunan sisa titik dilakukan secara bertahap mengingat tantangan berat terkait mobilisasi material dan aksesibilitas geografis menuju lokasi gambut dalam.
Fungsi hidrologis sekat kanal sendiri adalah memperlambat laju drainase air di saluran buatan sehingga lahan gambut tetap basah. Pasokan air yang terjaga memudahkan Tim Tanggap Kebakaran Desa melakukan penanganan awal jika terdeteksi titik api.
Manfaat ganda juga dirasakan untuk pertanian. Kepala Desa Pangkal Bulian, Indra, menyampaikan bahwa selain mencegah kebakaran, ketersediaan air tanah yang terjaga sangat membantu penyediaan air untuk aktivitas kebun dan pertanian warga.
Kolaborasi difokuskan pada penyelesaian seluruh titik serta evaluasi fungsi secara berkala. Kesadaran pemeliharaan bersama diposisikan sebagai kunci agar kesiapsiagaan desa menghadapi kemarau berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.
Sumber: http://smart-tbk.com / http://sawitindonesia.com
Dok. Sinar Mas Agribusiness and Food
Penulis: Redaksi ASQINEWS
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Layanan Publik Indonesia
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *