ASQI NEWS

Header
collapse
Home / Berita Terbaru / Kemenperin Usulkan Tambah Anggaran Rp1,72 Triliun untuk Program Prioritas 2027

Kemenperin Usulkan Tambah Anggaran Rp1,72 Triliun untuk Program Prioritas 2027

Sep 02, 2026  ASQINEWS  7 views
Kemenperin Usulkan Tambah Anggaran Rp1,72 Triliun untuk Program Prioritas 2027

ASQINEWS.com JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,72 triliun untuk memperkuat program strategis tahun 2027. Usulan disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (31/8).

“Industri manufaktur menunjukkan kinerja yang positif dan tetap menjadi salah satu motor utama perekonomian nasional. Karena itu, momentum ini harus terus kita jaga melalui kebijakan dan program yang mampu memperkuat struktur industri, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan nilai tambah yang semakin tinggi di dalam negeri,” kata Agus.

Dalam Rancangan RKP 2027, pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,8 persen, dengan pertumbuhan industri pengolahan 5,86 persen dan kontribusi terhadap PDB 21,5 persen. Untuk itu pembangunan industri diarahkan pada akselerasi hilirisasi, pengembangan industri bernilai tambah tinggi, transformasi industri hijau, serta peningkatan produktivitas.

Menperin menyebut pagu anggaran Kemenperin 2027 sebesar Rp2,01 triliun, turun Rp488,16 miliar atau 19,51 persen dibanding pagu awal 2026. Dengan keterbatasan itu, Kemenperin menetapkan delapan program utama, antara lain pembangunan SDM industri Rp106,94 miliar, penguatan IKM Rp59,96 miliar, dan hilirisasi berbasis SDA Rp42,27 miliar.

Tambahan anggaran Rp1,72 triliun akan diarahkan untuk penumbuhan wirausaha industri baru Rp452,50 miliar, diklat vokasi sektor industri prioritas Rp207,90 miliar, restrukturisasi mesin dan peralatan IKM Rp174,50 miliar, serta dukungan PKPN hilirisasi Rp127,47 miliar.

Pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,29 persen. Nilai ekspor IPNM Januari-Juni 2026 mencapai USD115,50 miliar atau 82,03 persen dari total ekspor nasional.

“Dengan dukungan yang memadai, kami optimistis peningkatan produktivitas, daya saing, nilai tambah, penguatan struktur industri, serta perluasan pasar dapat dilaksanakan lebih optimal dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Agus.

 

Sumber Berita: Siaran Pers Kementerian Perindustrian

Editor: Redaksi ASQINEWS


Share:

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.