ASQINEWS.COM, KUPANG – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penyelenggaraan Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 menjadi momentum untuk memperluas akses pasar dan membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan bagi pengusaha UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut disampaikan Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Reghi Perdana saat menghadiri pembukaan Flobamorata Creative Expo 2026 di Lippo Plaza Kupang, Sabtu (3/10).
Berlangsung pada 2–4 Oktober 2026, FCE dirancang sebagai ruang yang mempertemukan karya, pengetahuan, pasar, teknologi, dan kepedulian. Tahun ini, FCE mengangkat tiga komoditas unggulan NTT, yakni kopi, wastra, serta makanan dan minuman olahan.
Beragam kegiatan dihadirkan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha UMKM, mulai dari masterclass, talkshow, dan kompetisi hingga business matching, konsultasi ekspor, serta konsultasi pembiayaan perbankan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Bank Indonesia Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas hilirisasi dan transaksi, serta membuka akses pasar bagi produk unggulan NTT.
Pembukaan FCE 2026 turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Julia Nomleni, para bupati dan wali kota se-NTT, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan NTT memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat beragam, mulai dari tenun dan kopi hingga kuliner. Berbagai produk tersebut tidak hanya menjadi bagian dari identitas Flobamorata, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang besar.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan bahwa pengembangan produk unggulan daerah merupakan bagian penting dalam membangun perekonomian NTT. Keberagaman produk yang ditampilkan dalam FCE tidak hanya menunjukkan kekayaan komoditas daerah, tetapi juga mencerminkan besarnya potensi ekonomi NTT.
Destry turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas produk yang diikuti dengan perlindungan hak kekayaan intelektual, khususnya terhadap karya-karya lokal seperti tenun.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi NTT yang telah menghadirkan FCE. Kegiatan seperti ini penting karena memberikan ruang kepada UMKM untuk memperkenalkan produknya sekaligus bertemu langsung dengan konsumen, buyer, dan calon mitra usaha,” kata Reghi.
Menurut Reghi, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi. Produk yang semakin berkualitas harus diikuti dengan akses pasar yang mampu menciptakan permintaan dan menyerap produk secara berkelanjutan.
“Kita ingin UMKM tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mampu membaca kebutuhan pasar, menghasilkan produk yang berkualitas, dan terhubung dengan rantai pasok. Karena itu, akses pasar harus menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM,” ujarnya.
Sumber: http://kemen-umkm.go.id
Dok. Kementerian UMKM
Penulis: Redaksi ASQINEWS
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Layanan Publik Indonesia
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *