ASQI NEWS

Header
collapse
Home / Berita Terbaru / Menhaj: Haji Mabrur Tidak Berhenti di Tanah Suci, Harus Dilanjutkan di Tanah Air

Menhaj: Haji Mabrur Tidak Berhenti di Tanah Suci, Harus Dilanjutkan di Tanah Air

Agt 29, 2026  ASQINEWS  39 views
Menhaj: Haji Mabrur Tidak Berhenti di Tanah Suci, Harus Dilanjutkan di Tanah Air

ASQINEWS.com JOMBANG - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengajak jemaah haji menjaga kemabruran sebagai bekal membangun keluarga dan masyarakat. Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan ke Tanah Suci, tetapi awal tanggung jawab moral yang harus dijaga setelah kembali ke Indonesia.

Pesan itu disampaikan Menhaj saat menghadiri Doa Syukur dan Pengajian Manasik Jemaah Haji 1447 H serta Jemaah Haji 1448 H di Kabupaten Jombang, Rabu (26/8/2026). Kegiatan mengusung tema Menjaga Kemabruran, Menyiapkan Istitha’ah, dan Mewujudkan Tri Sukses Haji.

"Haji selesai, tetapi kemabruran tidak boleh selesai. Ukuran haji mabrur bukan hanya apa yang dilakukan di Tanah Suci, melainkan bagaimana kita hidup setelah kembali. Akhlak harus semakin baik, ibadah semakin kuat, dan kepedulian kepada sesama semakin nyata," ujar Menhaj.

Menhaj menyebut jemaah haji memiliki peran sebagai penggerak kebaikan. Ia meminta jemaah yang sudah berhaji berbagi pengalaman kepada calon jemaah, mulai dari persiapan, kesehatan, disiplin, hingga kekhusyukan di Tanah Suci.

Untuk jemaah 1448 H, Menhaj mengingatkan agar persiapan dimulai sejak dini. Persiapan mencakup administrasi, manasik, kesiapan mental, dan kesehatan.  

"Pemeriksaan kesehatan bukan penghambat keberangkatan. Justru itulah ikhtiar kita agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, sehat, dan kembali ke tanah air dalam kondisi terbaik," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya manasik yang membekali jemaah mandiri, termasuk memahami pergerakan di Arafah, Muzdalifah, Mina, serta layanan transportasi dan pelayanan. Disiplin dan kepatuhan terhadap arahan petugas di Arab Saudi disebut bagian dari ikhtiar menjaga keselamatan jutaan jemaah.

Menhaj menegaskan arah penyelenggaraan haji melalui Tri Sukses Haji. Pertama, sukses ritual: jemaah menjalankan ibadah sah, benar, tertib, dan mencapai kemabruran. Kedua, sukses ekosistem ekonomi haji: memberi manfaat ekonomi bagi umat dan pelaku usaha Indonesia. Ketiga, sukses keadaban dan peradaban: melahirkan pribadi jujur, disiplin, sabar, dan peduli.  

"Tri Sukses Haji hanya bisa terwujud melalui kolaborasi. Pemerintah, petugas, KBIHU, keluarga, dan jemaah harus berjalan bersama," ujarnya.

Di akhir, Menhaj mengimbau masyarakat waspada terhadap tawaran umrah murah dan haji nonprosedural. Ia meminta memastikan penyelenggara memiliki izin PPIU resmi dan tidak menggunakan visa tidak sesuai ketentuan.  

"Kami ingin setiap jemaah berangkat dengan tenang, beribadah dengan benar, memperoleh pelayanan terbaik, lalu kembali ke Indonesia dengan sehat, selamat, dan membawa haji yang mabrur," pungkas Menhaj.

Sumber Berita: Siaran Pers Kementerian Haji dan Umrah RI

Editor: Redaksi ASQINEWS


Share:

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.