ASQINEWS.com, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember mendorong perubahan pola pelayanan kesehatan dari menunggu menjadi menjemput warga. Melalui program Home Care yang diinisiasi Bupati Jember Gus Fawait, tenaga kesehatan diterjunkan langsung ke permukiman untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan di Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Jumat (7/8/2026). Camat Pakusari Rifendi Wahjuwibakti bersama tim tenaga kesehatan mendatangi rumah warga untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga tingkat desa, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas maupun kelompok masyarakat rentan.
Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan mengunjungi tiga warga Desa Sumber Pinang, yakni Enja, Robiya, dan Buhan.
Mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara langsung di rumah, mulai dari pemeriksaan fisik dasar hingga pengecekan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Tim juga memberikan obat-obatan secara gratis sesuai kebutuhan.
Camat Pakusari Rifendi Wahjuwibakti mengatakan pelayanan kesehatan harus mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan, bukan hanya tersedia di fasilitas kesehatan.
"Sesuai arahan Bapak Bupati Gus Fawait, pelayanan kesehatan di Jember tidak boleh lagi pasif menunggu di puskesmas atau rumah sakit. Melalui pergerakan serentak seperti di Pakusari Jumat ini, kita ingin memastikan seluruh lapisan warga, khususnya yang rentan, tersentuh oleh fasilitas kesehatan dengan cepat dan gratis," ujar Rifendi.
Menurut dia, pendekatan jemput bola menjadi penting karena tidak semua warga memiliki kemampuan dan akses yang sama untuk mendatangi fasilitas kesehatan.
Dengan Home Care, pemerintah dapat mengidentifikasi kondisi warga secara lebih langsung sekaligus memberikan pelayanan sesuai kebutuhan di lapangan.
Bukan Sekadar Datang ke Rumah Warga
Program Home Care juga menunjukkan perubahan pendekatan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pemerintah tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi aktif mencari masyarakat yang membutuhkan layanan.
Pendekatan tersebut terutama penting bagi warga lanjut usia, masyarakat dengan keterbatasan mobilitas, maupun kelompok rentan lainnya yang menghadapi kendala ketika harus datang ke fasilitas kesehatan.
Model pelayanan seperti ini juga memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran lebih nyata mengenai kondisi kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Pemkab Jember menilai penguatan pelayanan kesehatan berbasis komunitas dapat menjadi bagian penting dalam memperluas akses kesehatan sekaligus memperkecil kesenjangan pelayanan antara masyarakat yang tinggal dekat dengan fasilitas kesehatan dan mereka yang berada di wilayah permukiman.
Melalui keberlanjutan program Home Care, Pemkab Jember berharap pelayanan kesehatan dapat semakin dekat dengan masyarakat.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan publik yang lebih proaktif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Bagi masyarakat, keberhasilan Home Care pada akhirnya bukan hanya diukur dari berapa banyak rumah yang didatangi tenaga kesehatan, tetapi dari sejauh mana warga yang sebelumnya sulit memperoleh layanan benar-benar mendapatkan pemeriksaan, pengobatan, tindak lanjut, dan akses rujukan ketika dibutuhkan. (Redaksi ASQINEWS)
Dok.PPID Pemkab Jember
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *