ASQINEWS.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menguji coba skema penyajian prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menekan sisa makanan sekaligus menghadirkan menu yang lebih hangat dan segar bagi pelajar.
Pembaruan pendekatan distribusi kuliner sehat ini dirancang untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga, sekaligus memangkas jarak waktu antara proses memasak di dapur umum hingga sampai ke tangan siswa di sekolah. Berdasarkan data resmi BGN per Kamis (08/10/2026), uji coba percontohan tersebut telah menjangkau lebih dari 60 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Salah satu implementasi terlihat di SMP Kemala Bhayangkari 3, Jakarta, di mana para pelajar tampak antusias menikmati ragam menu yang disajikan secara langsung dalam kondisi hangat.
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menjelaskan, peralihan ke sistem prasmanan memberikan dampak positif terhadap efisiensi konsumsi dan penurunan angka sisa makanan yang terbuang (food waste). Melalui mekanisme ini, siswa dapat mengambil porsi sesuai kebutuhan, sementara kelebihan hidangan masih dapat dimanfaatkan peserta didik lain.
"Sejauh ini dari laporan yang kami terima, tingkat kehabisan makanannya sangat baik. Makanan disajikan lebih segar, dan jika ada yang ingin menambah, sisa porsi yang ada masih mencukupi. Tingkat pembuangan sisa makanan pun menjadi jauh lebih sedikit karena menggunakan sistem prasmanan," ujar Sudaryono.
Inovasi penyajian ini turut mengadopsi prinsip kedisiplinan mandiri yang menyerupai praktik layanan makan sekolah di negara lain, seperti model kyushoku di Jepang. Pihak sekolah melibatkan siswa secara bergiliran melalui sistem piket untuk membantu menyajikan hidangan kepada rekan sekelas.
Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan nutrisi, melainkan juga memperkuat edukasi karakter. Melalui makan bersama secara prasmanan, peserta didik diajak membangun budaya antre, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial di lingkungan pendidikan. BGN memastikan seluruh uji coba akan dievaluasi berkala sebelum diputuskan sebagai standar operasional baku secara lebih luas.
Sumber: TVRI
Dok. Badan Gizi Nasional
Penulis: Redaksi ASQINEWS
http://ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Layanan Publik Indonesia
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *