ASQINEWS.com SURABAYA - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau usaha mikro kecil dan menengah UMKM produsen alat makan keramik Lumosh Living di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 6 September 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung potensi UMKM lokal yang telah menembus pasar ekspor.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendag Roro menyebut produk keramik memiliki peluang besar di pasar global. Ia mendorong UMKM memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli.
"Kami memiliki perwadag yang tersebar di banyak negara dan mereka berfungsi sebagai mediator untuk mempertemukan UMKM dengan buyer yang sesuai. Oleh karena itu, kami mendorong UMKM terus proaktif memanfaatkan berbagai business matching atau business pitching yang difasilitasi oleh perwadag," ujar Wamendag Roro.
Wamendag Roro juga menyoroti penerapan ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Lumosh Living. Dua hal itu dinilai menjadi nilai tambah yang disukai pasar internasional.
"Lumosh Living layak menjadi contoh inspiratif bagaimana suatu UMKM dapat sukses ketika mereka tidak hanya berfokus pada inovasi produk, tetapi juga mengaplikasikan metode pemasaran yang lebih personal serta mengusung nilai-nilai sosial yang mendalam," katanya.
Didirikan sejak 2016, Lumosh Living mengembangkan lini produk reclay tableware dari pengolahan ulang pecahan keramik retur dan produk gagal produksi. Limbah tersebut diubah menjadi tatakan, gelas, mangkok, dan piring.
Co-founder Lumosh Living Raymon Tjiadi menjelaskan, produk reclay menggunakan 40 persen limbah keramik dan 10 persen pasir besi. Dengan begitu penggunaan bahan baku murni berkurang hingga 50 persen. "Inovasi sirkular ini juga terbukti meningkatkan kepadatan dan ketahanan produk hingga 20 persen, mengurangi emisi karbon sebesar 30 persen, serta dipastikan bebas timbal dan cadmium-free dengan tingkat kualitas 99 persen setara dengan produk keramik baru. Konsep ini menjadi pembeda Lumosh dari keramik yang diproduksi secara massal," ujar Raymon.
Dari sisi pemasaran, Lumosh Living mengandalkan storytelling personal agar konsumen mengenal kisah para pekerja di balik produk. Strategi ini ditambah desain kreatif, seperti mangkok matcha edisi unik, membuat produknya laku di pasar daring dan mengikuti tren teh hijau.
Berkat pendekatan tersebut, Lumosh Living berhasil mengekspor ke Belanda dan Spanyol serta meraih Good Design Award Jepang 2025. Produk yang diproduksi di Probolinggo itu juga dipamerkan di Indonesian Trade Promotion Center ITPC Jeddah.
Raymon menyampaikan fasilitasi Kemendag sangat membantu perluasan promosi. Ke depan Lumosh Living akan mengikuti Trade Expo Indonesia TEI 2026 dengan target pasar Rusia dan Jepang. Perusahaan juga menyiapkan pop-up store di Bali bersama UMKM cokelat premium Korte.
"Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendorong UMKM berorientasi ekspor seperti Lumosh Living melalui penyediaan akses pameran internasional, fasilitasi promosi ekspor perwadag, serta penguatan kemitraan guna memperkokoh daya saing produk Indonesia di pasar global," pungkas Wamendag Roro.
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani
Sumber Berita: Siaran Pers Kementerian Perdagangan RI
Editor: Redaksi ASQINEWS
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *