ASQI NEWS

Header
collapse
Home / Berita Terbaru / Wamendagri Wiyagus: Bonus Demografi Harus Lahirkan Kepemimpinan Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Wamendagri Wiyagus: Bonus Demografi Harus Lahirkan Kepemimpinan Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Nov 03, 2026  ASQINEWS  7 views
Wamendagri Wiyagus: Bonus Demografi Harus Lahirkan Kepemimpinan Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

ASQINEWS.com, JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bonus demografi harus dimanfaatkan untuk menyiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan yang adaptif, inovatif, dan mampu menyelesaikan persoalan di lingkungannya. Kepemimpinan tersebut menjadi modal penting mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Wiyagus saat memberikan sambutan pada Indonesia Youth Summit 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat 30 Oktober 2026.

Wiyagus mengajak peserta menengok sejarah pergerakan pemuda Indonesia. Ia mengingatkan Kebangkitan Nasional 1908 dan Kongres Pemuda II 1928 turut dimotori generasi muda berusia 18 hingga 28 tahun. Kehadiran perwakilan pemuda dari 38 provinsi menjadi gambaran semangat persatuan dan kepemimpinan pemuda sebagaimana tercermin dalam Kongres Pemuda II.

Ia menjelaskan tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan masa perjuangan. Di tengah ketidakpastian global, derasnya arus informasi, serta persoalan kompleks, pemuda perlu memiliki integritas, ketangguhan, adaptasi, dan kolaborasi. Penting menjaga budaya membaca agar mampu memahami informasi mendalam dan memilah informasi.

"Bonus demografi tidak boleh lewat begitu saja, tapi harus memberikan dividen kepemimpinan, kepemimpinan yang adaptif, inovatif, kemudian juga bisa menyelesaikan permasalahan minimal di tempat kita masing-masing," ujarnya.

Wiyagus menyampaikan peran pemuda tercantum eksplisit dalam Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan SDM melalui pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Sejalan itu, urusan kepemudaan merupakan urusan wajib Pemda yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Karena itu Pemda perlu memasukkan program kepemudaan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah hingga Rencana Strategis OPD, serta mengalokasikan anggaran melalui APBD.

Dalam pembinaan kepemudaan, Kemendagri berperan sebagai pembina umum penyelenggaraan pemerintahan daerah, sedangkan Kemenpora menjadi pembina teknis. Untuk memperkuat pemberdayaan pemuda, Kemendagri siap berkolaborasi dengan Kemenpora mendorong program kepemudaan hingga ke daerah.

Ia juga mengajak Pemda membangun tata kelola kepemudaan kolaboratif dengan melibatkan DPRD, akademisi, media, tokoh agama, masyarakat, dan komunitas pemuda agar generasi muda memiliki ruang mengembangkan diri, menyampaikan aspirasi, serta menghasilkan gagasan dan inovasi yang menjawab kebutuhan daerah.

"Kolaborasi ini harus menjadi ruang nyata bagi para pemuda, bukan hanya sifatnya seremonial," tegasnya.

Turut hadir Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, serta pihak terkait.

 

Sumber berita: Puspen Kemendagri

Penulis : Redaksi ASQINEWS 

ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Pelayanan Unggul Indonesia


Share:

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.